[EMAIL PROTECTED] wrote: > >Assalamu'alaikum > > >Pertengahan tahun lalu kita dihebohkan dengan munculnya worm (virus ?) Code Red >dan Nimda yang banyak menghancurkan beberapa Web Server berbasis NT. Tidak >sedikit korban akibat serangan 'virus super' ini. Selanjutnya banyak pihak yang >khawatir sistem komputer mereka terinfeksi kedua virus ini. > >Kehawatiran serupa juga sempat terlintas dalam benak para Administrator Linux, >khususnya mereka yang memiliki beberapa workstation berbasis Windows, meski pun >Linux dikenal sebagai OS yang memiliki tingkat keamanan cukup tinggi. > >Sebagian dari mereka khawatir akan infiltrasi dan serangan virus ke dalam server >Linux mereka melalui beberapa workstationnya. Kekhawatiran ini semakin menjadi, >mengingat sifat Linux yang open source, sehingga sangat mudah disusupi virus. > >Selanjutnya kekhawatiran tsb berkembang menjadi beberapa mitos yang belakangan >cukup santer, misalnya : > >- Tidak lama lagi Linux akan menjadi OS yang tidak aman, karena ia akan menjadi >target serangan virus selanjutnya sebagaimana halnya Windows. >- Mengingat sifat open sourcenya, akan mudah bagi para hacker untuk menyusupkan >program virus ke dalam sistem Linux. >- Virus akan dengan mudahnya melakukan self executing di dalam sistem Linux, >sebagaimana yang dikenal pada sistem Windows. >- Virus akan dengan mudah menyebar melalui e-mail ke dalam sistem Linux, >sebagaimana yang sering terjadi pada komputer berbasis Windows. > >Berikut ini ada artikel menarik yang memfokuskan pembahasan : "Mungkinkah Virus >melakukan infiltrasi ke system Linux?" > >Semoga artikel ini dapat menjadi menjawab keragu-raguan seputar serangan Virus >pada sistem Linux, khususnya bagi para administrator Linux dan para pengguna >Linux pada umumnya. > >Wallahua'lam > > >Wassalamu'alaikum wr. wb. > > > >Agung Primamorista > >================== > Saya rasa diserang sih udah pasti ... tp khan kelebihan Linux itu, kita bisa liat source code-nya ..... Jadi mnrt saya efeknya nggak tll besar karena kita bisa modifikasi sendiri. Lain dgn proprietary O/S yg closed-source. Kalo saya liat, sebetulnya serangan virus itu menghebat karena kelamaan nge-patch ... Coba kalo cepat dimusnahin...khan nggak bisa apa2 ....
Ibaratnya kayak dokter, kalo closed-source itu kayak dokter spesialis yg lama ngasih bantuan. Sedangkan opensource kayak alternatif healing -> nggak usah nunggu dokter juga bisa.......hehehehehe ....:) AHK -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

