Masalahnya adalah mungkin dari biaya utk mendapatkan sertifikat tsb. Sehingga kita beranggapan bahwa hanya orang yang "mampu" finansial saja yang dapat men-serifikat-kan dirinya, sedangkan orang yang finansialnya "pas-pasan" dan ilmunya "mampu" tdk akan pernah bisa men-sertifikat-kan dirinya.
tnx, -natal- ----- Original Message ----- From: "Dedi Iswanto" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Admin" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, April 10, 2002 10:40 AM Subject: [admin] Re: [aktivis] Pendirian Yayasan Linux Indonesia? > > Bukannya dengan sertifikasi kita jadi sedikitnya punya standard? > Standard skill apa yang perlu dimiliki seseorang untuk mengerti linux, lalu > standard proses bagaimana kita harus belajar. > > Kenyataan bahwa orang yang sertifikat skillnya ternyata di bawah orang yang > tidak memiliki > sertifikat, bisa dicounter juga dengan orang yang tidak punya sertifikat > belum tentu lebih baik dari sertifikat'ers > > Tidak semua orang excellent sehingga bisa otodidak toh..? > Mungkin idenya ikut mengangkat orang orang potensial lebih banyak > > Kapitalisme dilawan bukan dengan cara menghindari dan menjauh saya rasa.. > > CMIIW :) > > -dedi- -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

