Mohon bantuan kawan-kawan sekalian untuk meneliti isinya, sebelum saya rilis di DWKL.com Terimakasih banyak.
regards, -HS ============================ Surat terbuka kepada KPU (Komisi Pemilihan Umum) 2 Oktober 2003 Dengan hormat, Izinkanlah kami, sebagai salah satu anggota komunitas pengguna Linux Indonesia, untuk memberikan sedikit masukan mengenai pemilihan teknologi untuk digunakan di Pemilu 2004 nanti. Saya yakin para anggota tim Pakar TI KPU adalah orang-orang yang sangat sibuk dengan berbagai kegiatannya. Sehingga wajar saja jika ada beberapa perkembangan TI, terutama di bidang open-source, yang terlewatkan. Misalnya Bpk. Basuki Suhardiman yang masih menggunakan OS FreeBSD 2.2.1, yang dirilis pada tahun 1997 (1), untuk pekerjaan sehari-hari. Tapi ini sangat bisa dipahami, karena pekerjaan Anda sekalian tidak hanya semata-mata memantau perkembangan di bidang open-source. Karenanya izinkanlah kami untuk turut menyumbangkan sedikit apa yang kami ketahui untuk topik ini. Hal yang paling utama adalah bagaimana telah terjadi revolusi, bukan evolusi, di desktop Linux. Dalam beberapa bulan terakhir, kemajuan yang dicapai di bidang ini sangat mencengangkan. Kita bisa saksikan sendiri di berbagai distro Linux yang terbaru, seperti Lycoris/LX, SuSE 8.2, Ximian Desktop 2, Mandrake 9.1, RedHat 9, dan lain-lainnya. Semuanya sudah sangat mudah untuk digunakan, termasuk oleh orang awam pengguna Windows. Jadi kalau dari segi kemudahan pemakaian, saya kira saat ini Linux sudah tidak lebih sulit untuk digunakan daripada Windows. Dari segi kompatibilitas dengan perangkat keras, Linux pada saat ini juga sudah sangat pesat perkembangannya. Cara paling mudah untuk membuktikannya sendiri adalah dengan memasukkan CD Knoppix (2) / Linux Sehat (3) ke drive CDROM di komputer Anda, lalu reset komputer tersebut. Maka OS Linux akan langsung berjalan, bahkan tanpa perlu melakukan instalasi sama sekali. Semua perangkat keras yang ada dideteksi dan diaktifkan secara otomatis. Memang terkadang ada hardware yang di-customize oleh vendor yang tidak ada drivernya di Linux, karena mereka cuma menyediakan driver untuk Windows. Namun pemakaian Linux disini justru malah akan membantu KPU, karena mendorong penggunaan hardware yang standar - sehingga jika terjadi kerusakan perangkat keras maka mudah untuk didapatkan gantinya dari mana saja / siapa saja; akan sangat membantu terutama di daerah yang agak terpencil dan sulit dijangkau oleh tim vendor yang bersangkutan. Dari segi resiko, penggunaan Linux justru lebih tidak beresiko. Contohnya mudah saja, kasus worm Slammer/Blaster/Nimda/dll bisa sampai mewabah ke seluruh dunia dalam hitungan menit/jam - ini tidak pernah terdengar di sejarah Linux. Sialnya, di lisensi software produk Microsoft jelas tercantum bahwa Microsoft tidak bertanggung jawab sama sekali atas kerusakan/kerugian yang terjadi yang disebabkan oleh produknya. Jadi ketidak adaan tanggung jawab Microsoft sudah terbukti, dengan terlalu spektakuler sayangnya. Bahkan patch yang dirilis oleh Microsoft untuk menambal lubang keamanan di produknya seringkali justru melumpuhkan komputer yang menggunakannya (4). Saya sendiri mengalaminya berkali-kali. Dengan Linux, karena source codenya tersedia, maka tanggung jawab BISA diserahkan kepada pihak lain (vendor KPU), SERATUS PERSEN - yang mana ini adalah jelas merupakan suatu hal yang mustahil dengan produk-produk proprietary/tertutup. Semuanya serba terbuka, jelas, dan transparan. Mengenai keberatan dari vendor, saya kira agak kurang tepat. KPU, selaku customer, berhak menentukan/mendiktekan apa yang diinginkannya kepada vendor. Mudah-mudahan tidak terjadi yang sebaliknya. Sedikit ingin menambahkan dari segi security - sudah terlalu sering produk-produk Microsoft gagal mengamankan data yang disimpan. Microsoft sendiri bukan sekali dua kali dibobol sistimnya, baik oleh hacker maupun oleh virus. Ini walaupun jaringan komputernya dimonitor oleh para profesional dan dilindungi oleh firewall yang berlapis-lapis. Bahkan ada kecurigaan bahwa blackout/mati listrik yang terjadi di Amerika baru-baru ini kemungkinan terjadi karena virus Slammer - yang notabene menginfeksi produk Microsoft. Yang sudah jelas adalah bahwa sistim dan sebuah reaktor nuklir di Ohio lumpuh karenanya. Untunglah tidak sampai terjadi Chernobyl kedua di Ohio. Dan lain-lainnya, terlalu banyak kasus yang telah terjadi di seluruh dunia. Tentu saja, kita semua tidak ingin itu sampai terjadi dengan Pemilu 2004 kelak. Selain itu, menilik rencana KPU untuk menyumbangkan sistim Pemilu 2004 untuk sistim eGov Indonesia (6), maka alangkah bijaknya jika dapat memanfaatkan solusi open-source. Maka kontrol sistim dapat sepenuhnya dipegang oleh pemerintah Republik Indonesia - dan bukan "tersandera" oleh vendor tertentu. Tetap merdeka bahkan dalam penggunaan teknologi informasi. Adalah sangat penting bahwa awalnya dimulai dengan tepat, sehingga kelanjutannya menjadi lebih mudah kita lakukan. Karena itu, menurut hemat saya, penggunaan solusi berbasis open-source untuk keperluan Pemilu 2004 adalah penting bukan karena untuk memasyarakatkan Linux. Namun adalah untuk menjamin kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2004 itu sendiri, dengan menilik berbagai poin-poin yang telah dibahas diatas. Demikian sedikit masukan dari kami. Mudah-mudahan dapat bermanfaat. Terimakasih. Salam hangat, Harry Sufehmi Koordinator DWKL - http://www.dariwindowskelinux.com (1) UNIX history - http://www.levenez.com/unix/history.html#10 (2) Distro Knoppix - http://www.knoppix.com/ atau http://www.knopper.net/knoppix/index-old-en.html (3) Distro Linux Sehat - http://www.ictwatch.com/linux/ (4) http://www.infoworld.com/article/02/08/23/020826opwinman_1.html, dan lain-lainnya (5) Slammer worm crashed Ohio nuke plant network - http://www.securityfocus.com/news/6767 (6) http://www.detikinet.com/net/2003/10/01/20031001-143212.shtml -- Kampanye open-source Indonesia - http://www.DariWindowsKeLinux.com Solusi canggih, bebas ikatan, dan bebas biaya -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

