On Wed, Mar 10, 2004 at 05:50:17PM +0700, Frans Thamura wrote:
> apa bedanya dengan Java Desktop System yang US$ 50.
> terus SuSE yang commercial, etc.
> wah linux vs Windows di Indonesia makin seru nih.

dulu, ada jamannya pebisnis dengan modal besar, sengaja
kasih akses internet (ISP) gratisan, biar ISP kroco-kroco
pada mampet pendapatan dan sehingga tikar satu-satunya
digulung. walaupun di Indonesia, kebetulan, cara bisnis
seperti ini gagal :-) mungkin karena tidak sedikit pemodal
besar lain yang bekerja di jalur yang sama (banyak ISP
besar lain yang serius mengerjakan pekerjaannya).

dulu, seperti tuduhan Pak Made, memang sengaja dibolehkan
dibajak. sekarang, memberi akses kepada banyak orang untuk
membeli barang itu secara sah (dengan catatan, informasi
dari Frans tidak ngaco). Tapi mestinya ke 'situ' juga
lah arahnya, lepas dari benar tidaknya XP mau dijual
seribu-tiga.

saya gak tahu caranya membuat dua paragraf saya menjadi
koheren tanpa bertele-tele :-) satu hal yang saya tahu,
bisnis selalu membela kepentingan orang kaya, satu hal
yang saya yakin, satu-satunya pengendali adalah regulasi
dari pemerintah, satu hal yang saya ingin tahu: yang
menterjemahkan XP dibayar berapa ya? dimintai tolong
menterjemahkan distro berbasis linux mau tidak?
he..he.. ada yang tahu siapa orangnya?

Salam,

P.Y. Adi Prasaja


-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke