Karena fair saja,

sampai hari ini saya kan kasih solusi di Java, dan tentu saja jalan di Linux, :)

dan saya bilang sama mereka, ini evolusi, tepatnya revolusi bung, kita semua harus dukung sesuatu yang sebaiknya tidak memberikan nilai tambah bagi negara lain, dan itu jelas Linux dan bahasa pemorgraman lainnya, sebenarnya Java agak banci, karena dicontrol Sun, tetapi selagi gratis, why not.

Windows 100.000 aja masih masuk akal, kasihan kan mereka kerja ngga dibayar,

saya malah ke beberapa client bilang, wah loe mau software apa, accounting di windows, pake lah, :) bajak aja windowsnya, cuek, kalau pemerintah udah mulai nyorot lagi, beli lah. We are talking business man, gitu saya bilang, ini investasi dan bullshit investment, karena ada saingannya yang bagus dan gratis.

so, why dont follow the wheel, bajak aja.

ckck, handoko (DMT) gue lebih pro cd bajakan nih, :( ayo loe, musti balas

kalau mau aman di linux.

kalau ngga per caya pakai Linux, lihat aja nih properteis email ini, pake apa buatnya ?? Mozilla 1.4 yang build in Fedora. Fedora cepet tetapi suck, ngga bisa add application, :( error melulu.



adi wrote:

On Wed, Mar 10, 2004 at 05:50:17PM +0700, Frans Thamura wrote:


apa bedanya dengan Java Desktop System yang US$ 50.
terus SuSE yang commercial, etc.
wah linux vs Windows di Indonesia makin seru nih.



dulu, ada jamannya pebisnis dengan modal besar, sengaja kasih akses internet (ISP) gratisan, biar ISP kroco-kroco pada mampet pendapatan dan sehingga tikar satu-satunya digulung. walaupun di Indonesia, kebetulan, cara bisnis seperti ini gagal :-) mungkin karena tidak sedikit pemodal besar lain yang bekerja di jalur yang sama (banyak ISP besar lain yang serius mengerjakan pekerjaannya).

dulu, seperti tuduhan Pak Made, memang sengaja dibolehkan
dibajak. sekarang, memberi akses kepada banyak orang untuk
membeli barang itu secara sah (dengan catatan, informasi
dari Frans tidak ngaco). Tapi mestinya ke 'situ' juga
lah arahnya, lepas dari benar tidaknya XP mau dijual
seribu-tiga.

saya gak tahu caranya membuat dua paragraf saya menjadi
koheren tanpa bertele-tele :-) satu hal yang saya tahu,
bisnis selalu membela kepentingan orang kaya, satu hal
yang saya yakin, satu-satunya pengendali adalah regulasi
dari pemerintah, satu hal yang saya ingin tahu: yang
menterjemahkan XP dibayar berapa ya? dimintai tolong
menterjemahkan distro berbasis linux mau tidak?
he..he.. ada yang tahu siapa orangnya?

Salam,

P.Y. Adi Prasaja






--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php



Kirim email ke