Harusnya berita ini saya posting kemarin.
Tanggal 9 Maret 2004 kemarin saya mendapat undangan seminar di Novotel Bogor dengan judul:
"Implementasi UU No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta; Pemerintah Sebagai Panutan Dalam Ketaatan Lisensi Peranti Lunak"
Salah satu pembicaranya adalah Budi Rahardjo.
Cukup menarik, tapi saya sangat prihatin dengan kondisi komunitas Open Source di negara kita. Dari judul di atas, jelas bahwa Pemerintah ingiin menjadi Panutan Dalam Ketaatan Lisensi Peranti Lunak. Tapi apa yang terjadi, dari sekian banyak pokok bahasan dan pertanyaan yang di lontarkan, Pemerintah tidak bisa mencari kan solusi yang lebih baik baik atau solusi yang lebih murah. Yang terjadi pemerintah kita "merengek-rengek" kepada Microsoft untuk memberikan lisensi khusus terhadap lembaga pemerintahan dalam menggunakan software microsoft agar tidak di tuduh sebagai pembajak.
Lalu saya bertanya? Sejauh mana sih Pemerintah kita ini kenal dengan komunitas kita? kenapa mereka hanya bisa merengek-rengek meminta lisensi khusus kpd microsoft? Bukankah hal demikian akan memberikan image bahwa software di dunia ini hanya satu?? Microsoft???? aaaarrrgggghhhhh sungguh menjengkelkan. Dapat dibayangkan, jika pemerintah meminta lisensi khusus, kpd microsoft, dan mereka menyetujui. maka pemerintah akan menjadi panutan bagi masyrakat, dan tentunya masyarakat ingin menggunakan produk yang sama dengan yang digunakan oleh pemerintah? dan itu merupakan hal mustahil, sebab mana mungkin microsoft akan memberikan potongan yang sama seperti pemerintah, jika hal ini terjadi maka pembajakan pun akan terus merajalela.
Pertanyaan lain dari saya? apa pemerintah ini benar2 tidak tau akan adanya software lain selain micorsoft? atau pemerintah memang "bodoh" atau "gaptek" dalam dunia software?
Pertanyaan saya yang pertama dijawab oleh Pak Budi, beliau mengatakan bahwa pemerintah belum kenal dengan apa yang disebut dengan Open Source, hal ini di karenakan komunitas kita belum menunjukan suatu langkah yang "wah" atau apa tujuan kita? Bagaimana nih teman2 apa langkah kita, supaya pemerintah dapat "melek" mata bahwa ada alternatif lain? Padahal cukup memalukan buat pemerintah, masa setiap kali mengadakan seminar harus di sponsori oleh pihak2 swasta. Ini seminar yang kedua kalinya yang saya ikuti mengenai HAKi yang di adakan oleh pemerintah, dan dua-duanya disponsori oleh "Microsoft, BSA, APILUKI"
Memalukan...
C'mon guys, kita tunjukan pada mereka bahwa kita ini exist.... apa langkah kita selanjutnya?
Last But not Least, Saya juga sempat ngobrol dengan perwakilan IBM, beliau bilanng dalam waktu dekat ini kira2 bulan mei nanti, IBM akan mengadakan Seminar Linux, dan saya meminta Beliau untuk mengundak Komunitas Kita. Bagaimana?? Mungkin jbisa ditindaklanjuti untuk hal yang ini???
Regards
Irvan
-- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

