Made Wiryana wrote:
On Thu, 11 Mar 2004, Irvan wrote:
pernah keluar negeri, tetapi dari pembicaraan dengan peserta seminar
kemarin cukup menyedihkan, banyak yang mengatakan bahwa tidak sedikit
orang indonesia yang berada di luar negeri sana tidak berani mengakui
bhw mereka adalah orang indonesia.. benar atau tidak sungguh menyedihkan
:-( (jadi OOT nih)
Wah saya yang baru sekitar 6 tahunan di Jerman ini koq nggak pernah merasa malu yang ngaku orang Indonesia. Tiap tahun ikut karnaval, ke CeBIT kemana-mana berani ngaku orang Indoensia (walau sempat diomelin ama orang Yopy, gara-gara banyak carder dari Indonesia), atau di"sindir" orang Siemens gara-gara negara kita tertinggi piracy ratenya
JAngan mau enaknya aja lah 8-) giliran cap cantik kita ngaku orang Indonesia, giliran cap buruk kita malu ngaku orang Indonesia..he.he.
Mungkin benar, yang harus kita lakukan adalah memberikan bukti nyata meski hal itu kecil, melakukan trobosan yang "wah" terhadap pemerintah (meski saya belum memiliki Ide, apa trobosan tsb?) agar negara kita ini bisa "melek" mata dan tidak terus menjadi bangsa "pembajak" bahkan yang lebih parah lagi negara "penghutang" mungkin? (sorry...)
Kalau saya fikir "bukti nyata" sepertinya kurang bunyi kalau udah bicara soal "proyek pemerintah" apalagi yg jumlahnya besar. Yang lebih berperan mungkin kepastian komisi heheh
IMW
-- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

