Menurutku penghitungan manual yang akan di jadikan acuan memang wajar. Karena proses keterlibatan IT dalam pemilu ini belum sepenuhnya, dan masih dalam tahap "belajar" ini yang kita semua disini harus sadar.
Dan yang tampak oleh kita saat ini , IT yang mereka gunakan hanya sekedar sebagai "HIASAN" , biar orang awam dan dunia lain yang kurang tahu keadaan sesunggugnya bisa tercengang ..*wahhh PEMILUnya menggunakan IT sekarang* , Kalau orang2 ahli IT ug duduk di KPU itu bisa menerima hasil kritikan dan masukan dari semua lapisan, yah proses "pebelajaran" akan semakin cepat, dengan kata lain yah "memaksimalkan" system yang sudah mereka rancang Kalau dilihat dari hasil diskusi disini emang ada faktor "X" yang membuat kita2 yang melek terhadap IT merasa geregetan dan sebel dengan apa yang di pertontonkan di PEMILU kali ini. Yah .., semoga saja pemerharti dan ahli IT bangsa ini bisa lebih terntantang bahwa untuk PEMILU berikutnya, IT akan berada pada "tempatnya" bukan sekedar "HIASAN". Akhir kata ..., mari kita berdoa dari HASIL PEMILU kita ini akan ada suatu perubahan mendasar kearah yang lebih baik untuk 5 tahun kedepan. Amiennnnnnnnnnnnnnnn .. Erwien Samantha Y On Mon, 2004-04-12 at 09:41, budi utomo wrote: > Seharusnya kita orang-orang IT, tidak terima atas pernyataaan perlakuan KPU > yang menomorduakan IT, termasuk Mendagri ngomong soal Manual-lah yang > menjadi patokan resmi sesuai UU Pemili..... > -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

