On Mon, 12 Apr 2004, Rudy Pringadi wrote: > > Menurutku penghitungan manual yang akan di jadikan acuan memang wajar. > > Karena proses keterlibatan IT dalam pemilu ini belum sepenuhnya, dan > > masih dalam tahap "belajar" ini yang kita semua disini harus sadar. > > yap ... dan lagi ini masalah validasi ... jadi yang dimaksud manualnya > adalah dari lembaran lembaran form itu yang sudah ada tanda tangannya dari > berbagai pihak ini yang menjadi acuannya .
Dosen saya malah punya usulan. Pas di Kecamatan, lembar rekapitulasi hasil pemilu itu di-scan sehingga bisa dilacak darimana sja asal suara. Keabsahan terjamin karena ada bukti autentik yaitu hasil scan tadi dengan tandatangan saksi yang tercantum disitu. > > > Dan yang tampak oleh kita saat ini , IT yang mereka gunakan hanya > > sekedar sebagai "HIASAN" , biar orang awam dan dunia lain yang kurang > > tahu keadaan sesunggugnya bisa tercengang ..*wahhh PEMILUnya menggunakan > > IT sekarang* , > > yap .. kita masih suka mempermasalahkan kulitnya sehingga isinya jadi > terabaikan ... Dan yang dilupakan adalah audit sebelum sistem berjalan. Apakah algoritma yang digunakan telah benar, batasan input oleh operator, dan lain sebagainya. > > Kalau orang2 ahli IT ug duduk di KPU itu bisa menerima hasil kritikan > > dan masukan dari semua lapisan, yah proses "pebelajaran" akan semakin > > cepat, dengan kata lain yah "memaksimalkan" system yang sudah mereka > > rancang > Sudah kok ...kayaknya .. seperti di audit itu ..diaudit yang dimaksud > disini bukan di audit keuangannya loh .. tapi systemnya seperti waktu > wawancara di TV itu ..jadi dicek kemudahan waktunya ..ke valid-annya .. > dlsbnya ...untuk persiapan pemilihan presiden nanti .. jadi bukan di audit > keuangannya (jd tidak kefaktor penggelapan dana) . > > > > Kalau dilihat dari hasil diskusi disini emang ada faktor "X" yang > > membuat kita2 yang melek terhadap IT merasa geregetan dan sebel dengan > > apa yang di pertontonkan di PEMILU kali ini. > sebenarnya kalo gregetan di sini kok saya melihatnya kenapa kok WInz yang > di pake yah ... kok bukan linux ... eh mudah mudahan saya salah .. Menurut teman saya yang terlibat, biaya pelatihan pun kekurangan. Ada beberapa daerah yang biaya untuk pelatihannya belum turun dari pusat. Seandainya bukan Windows yang digunakan, dana 200M itu saya kira mencukupi, bahkan bisa meningkatkan 'uang lelah' bagi operator. Sayang karena 'kesombongan' tim IT KPU membuat ini semua terjadi. > > Yah .., semoga saja pemerharti dan ahli IT bangsa ini bisa lebih > > terntantang bahwa untuk PEMILU berikutnya, IT akan berada pada > > "tempatnya" bukan sekedar "HIASAN". > benar sekaleeee... jadi IT itu bukan www atau browsing lewat internet > karena IT lebih dari sekedar itu ... > > > > Akhir kata ..., mari kita berdoa dari HASIL PEMILU kita ini akan ada > > suatu perubahan mendasar kearah yang lebih baik untuk 5 tahun kedepan. > > Amiennnnnnnnnnnnnnnn .. > Amiennnnn > > >> Seharusnya kita orang-orang IT, tidak terima atas pernyataaan > >> perlakuan KPU yang menomorduakan IT, termasuk Mendagri ngomong soal > >> Manual-lah yang menjadi patokan resmi sesuai UU Pemili..... > Buat apa cak ... ini masalah sikap pemerintah yang masih belum paham > tentang IT itu sendiri ...mungkin IT itu bagi org pemerintahan adalah > browsing lewat internet atau internetan lah (chating) ... yah jadi maklumi > saja ... yang penting bagi kita kita orang IT siapkan saja diri kita untuk > menghadapi dunia global 2005 persaingan makin ketat coiii ... > > Salam > > Roed > -- Donny Kurnia -- 13500021 Information System Laboratory Department of Informatics Bandung Institute of Technology -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

