> -----Original Message-----
> From: Yulian F. Hendriyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, June 07, 2004 10:25 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [linux-aktivis] Gobolinux - WAS:apa itu pendukung Open
> Source?
> On Sen, 2004-06-07 at 09:51, Iggy Budiman wrote:
> > Saya rasa masalah tsb tidak berpengaruh pada saat membuat program, hanya
> > saat packaging saja.
> > Lagian konspenya tidak dihilangkan, tapi dikurangi sampai ke
> level aplikasi
> > ndak perlu ke lapisan bawahnya.
> > Saya punya *sorry* m$-windows(original lho)  dan saat install
> aplikasinya,
> > semua librarynya saya arahkan dalam directory programfiles-nya
> (tweaking).
> > Semua berjalan normal tanpa masalah. Padahal tidak ada
> perubahan di level
> > programmingnya kan?
>
> dll windows jarang berubah
> *.so di /usr/lib sering upgrade, bahkan major versionnya
Lha, dll windows mungkin jarang berubah, tapi dll, ocx, etc yang bawaan
aplikasi itu sering lho berubah.
Nah kadang library suatu aplikasi itu numpukin library milik aplikasi lain
karena ada di direktori yang sama (system/32). Kadang library itu tidak
kompatibel dengan aplikasi lain. Itu yang sering bikin masalah. Btw, kita
ndak perlu bawa urusan windows ini lebih jauh, nanti tambah oot. udah aja
deh.

Sedangkan di-Linux-nya, justru karena lib sering berubah, berarti setiap
aplikasi boleh-boleh saja kan taruh library sendiri untuk amannya? Kalo
lib-nya konstan malah lebih enak dishare, semua aplikasi pakai lib yang
sama.
kalau librarynya (milik aplikasi itu pribadi) ditaruh disatu direktori milik
aplikasi itu sendiri ndak boleh ya? apa ndak bakal bisa jalan? Aku sih belum
nyoba buat gituan di Linux, nanti aku coba-coba deh.
Kalo bisa buat aplikasi kayak gitu kan enak, distribusi aplikasi lebih
gampang sbb bisa dipasang disembarang distro.
Hapus dan pasang aplikasi lebih gampang dan bersih.

> jika user diharuskan bisa ngoprek sistem seperti itu jadilah power user
> dan power user biasanya belajar FHS atau LSB
> sebagai user saya tak peduli file-file program disimpan di mana, yang
> penting work data ada di dalam homedir saya
> lain halnya ketika saya ingin memasang program dari source (compile
> sendiri), ini sudah bukan user lagi, tapi power user, menjadi admin di
> komputer sendiri
Sekali lagi :
Saya senang yang ini, anda senang yang itu ya terserahlah, Linux kan dunia
freedom.
Kalau ada orang buat solusi yang cocok buat saya ya biarkanlah saya bahagia
Bagi saya, penting untuk tahu file-file ditaruh dimana, dan banyak juga
orang yang seperti itu.
Terlebih kalo jadi desktop linux, saya suka yang seperti ini.
Nah si GoboLinux itu cukup membuat saya senang, anda tidak harus coba kok
produk tsb.

salam
-iggy



-- 

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke