Lha, dll windows mungkin jarang berubah, tapi dll, ocx, etc yang bawaan
aplikasi itu sering lho berubah.
Nah kadang library suatu aplikasi itu numpukin library milik aplikasi lain
karena ada di direktori yang sama (system/32). Kadang library itu tidak
kompatibel dengan aplikasi lain. Itu yang sering bikin masalah. Btw, kita
ndak perlu bawa urusan windows ini lebih jauh, nanti tambah oot. udah aja
deh.


contohnya apa yah, setahu gue dll VC++ 4.0 dari dulu ngga berubah.

Sedangkan di-Linux-nya, justru karena lib sering berubah, berarti setiap
aplikasi boleh-boleh saja kan taruh library sendiri untuk amannya? Kalo
lib-nya konstan malah lebih enak dishare, semua aplikasi pakai lib yang
sama.


ngga salah :( ini yang buat dependancy dan compatiblity ngga bagus.

kalau librarynya (milik aplikasi itu pribadi) ditaruh disatu direktori milik
aplikasi itu sendiri ndak boleh ya? apa ndak bakal bisa jalan? Aku sih belum
nyoba buat gituan di Linux, nanti aku coba-coba deh.
Kalo bisa buat aplikasi kayak gitu kan enak, distribusi aplikasi lebih
gampang sbb bisa dipasang disembarang distro.
Hapus dan pasang aplikasi lebih gampang dan bersih.


library pribadi harap pakai nama lain .








--

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php



Kirim email ke