> Soal belajar, belajar aja semuanya kalo bisa pilih bahasa yang berlainan
> pendekatannya. Functional, OOP, Logical dsb.
> Jadi belajar saja C, PHP, Perl, Ruby, Python, LISP, Scheme, Tcl, Java,
> Eiffel dan masih banyak lagi. Hampir semuanya bisa dipelajari dengan
> sedikit biaya. Dan semuanya bermanfaat untuk membentuk pola pikir anda
> sebagai seorang programmer. Walau tidak semuanya bisa dipakai dalam
> pekerjaan sehari-hari.

iya betul sekali, sayangnya kebanyakan universitas di Indonesia ini
nggak mengajarkan paradigma pemrograman yang lain selain prosedural
dan object oriented. Padahal di uni inilah kebanyakan orang masih
"sempat" belajar, soalnya biasanya kalo dah kerja dah gak sempat lagi.

Di Informatika ITB, saat ini masih diajarkan bahasa dengan paradigma
fungsional (lisp), prosedural (pascal, c), objek (C++, Java),
deklaratif (prolog). Saya katakan _masih_, karena masih ada (satu)
dosen yang cukup peduli dengan pedagogi pemrograman, bahwa pemrograman
bukan sekedar "bisa mbikin program yang jalan" dan "belajar
pemrograman" itu berbeda dengan "belajar *bahasa* pemrograman".

Gak tau ya kalo dosen itu udah pensiun nanti masih ada gak kuliah seperti itu.

-- 
Regards
Yohanes

-- 

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke