On Sun, 11 Jul 2004 [EMAIL PROTECTED] wrote:
> ada harga yang harus dibayar oleh kde dengan "feature-feature keren"-nya
> itu. Harga itu adalah usability. orang-orang awam memang suka dengan
> penampilan tapi jangan lupa dengan faktor usability.....
Bisa dijelaskan maksud usability ini, terminologi ini makin sering
diabuse mirip jaman terminologi "user friendly"
> saya tidak pernah setuju dengan anggapan bahwa untuk mempromosikan linux
> sebagai desktop harus dengan satu desktop manager, baik dengan KDE doank
> atau Gnome doank..... Di windows kita cuma disuguhi satu "menu" doank,
Sepertiy disetbukan bona, salah satu kendalanya adalah "resource,
resource" utk mempromosikan itu. Bagi yg sering ke lapangan mempromosikan
Linux tentu bisa paham apa kelebihan "satu desktop" ini dalam mempermudah
pengadopsian Linux, setelah itu user akan dapat mudah memilih.
Kalau di awal sudah dihadapkan kepada banyak pilihan, maka kurva
pembelajaran mereka akan berat. (di buku POET-nya Norman, diberikan
ilustrasi antara banyak tombol vs sedikit tombol).
> kenapa di linux kita tidak menyuguhi dengan dua "sajian". Linux kan
> menggembar-gemborkan freedom. Masa cuma KDE doank yang kita sajikan.
~~~~~~~~~~~~~~~~
> Memang too much choice will kill you. Tapi cuma dua kok. Tidak sampai
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mengapa harus dua, kalau memang ingi mengumakan "freedom" ?, bukannya
lebih dari dua ?. Nah menurut saya pemilihan KDE saja, atau Gnome saja,
atau Mandrake, SuSe, Fedora dsb. Lebih kepada kondisi lapangan alias
keterbatasan materi utk sosialisasi. (Bayangkan dalam 1 kelas isi 40 anda
harus sendirian mengajari semua siswa yang lebih sering pertanayaany
"Pak kalau pakai Windows begini, terus ini bagaimana ?"),
> JIka Anda memutuskan untuk menyuguhi satu sajian doank, yaitu KDE
> berdasarkan hasil survey yang menyatakan orang lebih familiar dengan KDE,
> itu benar2 "KDE banget deh". Menurut hasil polling, pengguna KDE memang
> lebih banyak dari pengguna Gnome tapi pengguna Gnome juga bukan minoritas.
> Pengguna Gnome itu sekitar katakanlah 30 sampai 40 %. Jadi berdasarkan
Saran saya, jangan berdasarkan "polling" popularitas semata (baik KDE atau
GNOME yg unggul). Tapi coba berdasarkan usability study pada kelompok
pengguna tersebut (usability selalu bergantung environment, group of user,
task). Berdasarkan polling di LN jelas akan memberikan hasil yg berbeda
dg kondisi di lapangan (misal ketika mengajar ke hadapan siswa atau guru
SMK, yg dihadapi Bona cs).
Apalagi kalau adanya manual pengajaran yg pakai KDE, dan nggak ada yg
nyumbang manual pengajran pakai GNOME.
IMW
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php