On Sun, 2005-02-27 at 06:07 +0800, anton.rahmadi wrote: > > ini ada kisah tentang linux pertama kali :: > istri saya memulai linux dari game frozen-buble, buble-snooker dan > game-game lainnya. > saat itu saya menggunakan knoppix dengan modus text, saya sudah bilang > kalau mau pake tinggal login, password ... trus startx. > Dia bisa !! Satu hari saya tinggal, dan dia bingung matiinnya (karena > modus text, logut dari KDE-knoppix akan kembali ke modus text), lalu > dicoba-coba kata-kata yang diingat seperti logout... begitu berhasil > keluar (dari logged in user) dah senang tuh....
kenapa pakai modus teks.... knoppix kan...???? kenapa nggak login langsung dengan modus gui... jangan2 masalah video card lagi...??? > > Saat kedua, menggunakan Mandrake 10.0 saya paksa pakai OpenOffice (waktu > itu kebetulan sekali partisi Windows (orig) lagi rusak, sehingga mau tak > mau harus tancepin USB flash-drive (autodetect) lalu mengedit file > excelnya di Calc. Sebagai informasi, dia adalah karyawan bank, dan Anda > tahu semua kalau karyawan bank, excelnya penuh dengan formula-formula. > 100 % compatible !! dia takjub. Tetapi setelah lama mengetik dia > merasakan ada yang kurang : bahwa penempatan ikon-ikon fitur advance > masih susah seperti untuk menghapus satu kolom (langkah-nya tidak > semudah di Excel). Namun yang dia kagumi adalah, hasil kerja di di > OpenOffice bisa dibuka di Ms. Excel di kantornya. Excell kurang tahu de... tapi kompatibilitas dokument word yang ada gambar2 nya dengan oo.org nggak gitu bagus...... > > Ada beberapa pengalaman pribadi lain di blog saya : > http://www.ridescomm.co.id/anaconda/ > > Dari pengalaman (ordinary employee user) ini saya menganggap bahwa : > 1. OS bukan masalah, yang penting feature : mau print gampang, mau pake > USB flash-drive gampang, mau colok kamera digital langsung popup sync > (seperti WindowsMediaPlayer 10) betul.... > 2. Bahwa kompatibilitas antar OS sangat penting betul.... > 3. Keindahan GUI, otak-atik PC bukan untuk semua orang, sehingga > GNU/Linux dan OpenSource lebih baik memfokuskan dan memperbanyak fitur > user friendly-nya. Mereka berfikir simple (sekali lagi : ordinary user > dan bukan power user) karena mereka bukan penghobi komputer seperti > halnya kita. > keindahan gui menurut saya cukup penting.... kesan pertama harus menggoda.... > ya : ada synaptic, rpm, urpmi, apt-get, pkgtool, emerge .... > lho banyak amat ?... > si ordinary user jadi bingung... karena semua perintahnya berbeda... > mending kayak doom3, unreal tournament, NVIDIA-driver, tingal jalanin > file run-nya. emerge.... ini untuk gentoo, gentoo bukan distro newbie, jadi lupakan emerge. user biasa seharusnya menggunakan distro seperti mandrake, xandros, linspire, ubuntu, suse.... distro2 itu memiliki paket2 yang sangat banyak.... jadi user biasa seharusnya cukup puas dengan program2 yang sudah dipaketkan oleh distro mereka. seharusnya user biasa tidak perlu menggunakan pkgtool lagi atau apt-get/rpm command line gitu. cukup mencari menu untuk menginstall software lewat menunya desktop mereka ( kde atau gnome ). diajarin sekali saya rasa user biasa pasti bisa. misalnya untuk distro ubuntu, bilang saja pakai synaptic, tapi sebelumnya tambahkan repositori universal. setelah itu saya rasa user biasa pasti bisa menggunakan synaptic untk mengeinstall software dengan mudah. masalahnya untuk mendapatkan program2 yang banyak itu, internet harus ok.... maaf, anda menganggap nvidia-driver itu installernya mudah?? mesti masuk ke modus teks, jalanin skrips, edit xorg.conf???masih lebih mudah pakai yum-nya fc kali.... > Maaf-maaf user gak peduli pake distro apa lho... (sekali lagi ini bukan > aspek teknis) > > > ingat masih banyak orang nonteknis yang bingung menginstall printer, > > program di windows.... > > hehehe.... sya sendiri bingung mengaktifkan color setting di Canon S200 > dengan driver standar CUPS, karena hasilnya hitam putih melulu, > resolusinya kasar lagi (sudah ubah-ubah setting tetap saja kasar > dibandingkan MS) canon s200sp yah? saya punya printer itu.... itu kan not supported under linux... jadi lupakanlah...... misalnya anda mau menginstall windows di mac mini... kan itu bohong karena mac mini not supported under windows.... sama seperti ini... anda mau menginstall printer canon s200sp di linux.... yah tidak bisa... karena printer itu not supported under windows...... btw, ada orang yang bisa menginstall debian di mac mini.... > > betul sekali mas, Masa untuk autodetect flash drive di Mandrake 10 untuk > mobo prescott, sang user harus utak-atik kernel dulu ? Kalau langsung > tancap.... hasilnya malah komputernya hang... (pake kernel 2.4.27 sudah > OK sih...tapi apa si ordinary-user tahu dan mau downloadnya ?) ngomongin teknis hardware susah2 gampang d... -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

