waktu itu, Tue, Mar 01, 2005 at 10:09:11AM +0800, Prianggada I Tanaya menulis: > Siapakah yang akan melakukan hal ini ... ? > Adakah KPLI mempunyai dana untuk itu ? > Saya dengar dulu ada Indonesia Linux Incorporated Corporated ... > Sampai dimana itu ya, atau ... Yayasan Linux Indonesia > Apakah bisa mendanai semacam penelitian seperti ini bekerja sama dengan > perguruan tinggi yang mempunyai jurusan sosiologi, psikologi, ... dst. > Saya secara pribadi mempunyai cukup kenalan dengan rekan-rekan peneliti > di UNPAR dan UNPAD, kedua-duanya ada di Bandung. > Kalau memerlukan bantuan saya untuk studi seperti itu, tentunya akan > sangat membantu penetrasi linux dan sumber terbuka di Indonesia. >
Ini menurut saya masih jauh di Indo. Kurang lebih aktivis Linux di Indonesia perjalanannya umumnya (imho) begini: - Masih mahasiswa/umum belajar Linux - Ikut komunitas, sambil tanya jawab sambil belajar - Jika sudah merasa jago, atau memang jagoan beneran, cari duit pake Linux - Ada yang entrepreneur, ada yang jadi karyawan, semua sibuk - Non aktif dari komunitas. Tidak lagi bertanya atau menjawab Sehingga, menurut saya dari tahun 98 saya mulai terlibat, tidak ada perubahan pattern yang berarti. Kalaupun ada progres, sifatnya sporadis,bukan sesuatu yang direncanakan. Ada usaha untuk membentuk institusi baru, dengan kepentingan masing-masing, sifatnya masih setengah hati. Kalau banyak proyek, dicuekin, kalau lagi sepi baru dipikirin lagi. Itu juga kalau sepinya nggak kebangetan hehehe :)) Ini nggak bisa disalahin. Selama tidak ada investor atau martir, kondisi ini akan tetap berlangsung. Quo vadis? Nggak akan kemana mana. Let it flow. :) Dulu Bli Made dan Mbak Anthi pernah melakukan survei HCI pake Linux. Ini yang mensponsori perusahaan Linux. Saya pikir memang seharusnya begitu. Sebab kalau terdiseminasi dengan baik, yang untung perusahaannya juga. -- fade2bl.ac -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

