Pada tanggal 06/11/21, Sumitro <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Rekan Beast Yth,

Saat ini Seluruh Kementrian RISTEK pakai Open Source/IGOS Nusantara 2006,
kecual beberapa PC yg diinstall Proprietary Software yg belum ada
substitusinya.

Cerita kawan2 RISTEK, mereka kerja siang malam untuk merealisasikannya,
dengan dana yg sangat minim atau sukarela.
Ini yg harus kita pikirkan, bagaimana membuat hidup para pengembang LINUX
bisa baik. Barangkali kalau dana sebesar yg dibayarkan Pemerintah ke MS
(perkiraan US 135 juta dalam 3 tahun) juga dialokasikan ke para pengembang
Linux Indonesia, hidup mereka bisa menjadi layak.

Ini yg harus kita tuntut ke Pemerintah, agar seimbang antara Proprietary dan
LINUX/OSS. Indonesia akan maju pesat dan tidak terlalu didominasi oleh
Vendor asing.

Wassalam,
Sumitro R


Saya jadi pingin tahu:
Beribu-ribu orang yang demo anti-kedatangan Bush, pake OS apa ya
(banyak di antaranya mahasiswa)?
Malu dong, demo anti-Amerika tapi tetap bertahan dengan OS buatan
Amerika.
IMHO, bukti penetrasi kekuasaan Amerika yang paling nyata
justru di M$ Windows itu. Yang lain-lain (teror ala Bush, dsb, tergantung
cara pandang, kan?)
Saya tidak bilang demo itu salah, tapi tindakan nyata (pindah ke Linux :-))
jauh lebih berarti daripada koar-koar di jalanan tapi tetap cinta produk mereka.

Wassalam,

dekrit.

--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke