Stefanus Wayanartha wrote:
- dimana saya bisa dapat software ini dan itu?
Biasa, tidak tersedianya berbagai aplikasi di toko CD bajakan ini
merupakan salah satu kelemahan internal (weakness) Linux/FOSS,
juga karena adanya hambatan/ancaman, yaitu mahalnya akses Internet.
Solusi:
- Sediakan banyak CD/DVD, misal pakai Ubuntu dan repository-nya,
atau Mandriva dengan contribs-nya (repository Mandriva), dll.
- bagi yg telah menggunakan windows, atau mac, kebanyakan mereka bilang:
kok untuk setting nya agak ruwet ya?
Kalimat kunci: Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.
Saya juga sering mendengar langsung keluhan "salah paham" ini.
Kata "ruwet" ini bisa diterjemahkan menjadi kata "beda".
Pengguna Windows pasti mencari Control Panel untuk setting,
cari IE untuk browsing, dan cari D/E/F dan A untuk akses USB dan disket.
Solusi:
- Mulai kenalkan Linux dari sisi perbedaan dan kelemahan thd Windows,
misalnya tidak ada C, D, E, A, tidak bisa VB, sulit cari driver
printer Canon, sulit cari software bajakan, dll.
- Setelah itu kenalkan kehebatan Linux, seperti mampu menggantikan
fungsi-fungsi Windows, Office, Internet, dan Multimedia, lalu lebih
teknis seperti aman terhadap virus, tanpa biaya lisensi, akhirnya
meningkat ke stategis seperti banyak pilihan program, tidak tergantung
ke satu vendor, bisa lebih "memiliki", dll.
- mau buka disket atau usb disk kok susah ya..
Kalau kita yang mengenalkan Linux pertama tidak bisa setup automount
untuk USB dan disket, gunakan distro yang saat ini sudah bagus utk itu.
Setahu saya distro-distro popular seperti Ubuntu tidak banyak masalah
dengan usb-disk dan disket. cmiiw.
Kenalkan juga mount dan umount (salah satu yang beda dari Windows).
ada pula kasus dimana di kantor pemerintah (hal ini kantor orang tua
saya di kalimantan tengah), pada saat ada troubleshoot di Linux ataupun
ada pertanyaan2 seputar operasional Linux, tidak ada dukungan ahli di
dalam instansi tersebut, sehingga ujung2nya kembali ke jurang jendela
Ini salah satu kelemahan (weakness), tapi juga peluang (opportunity)
bagi yang berminat menjadi penyedia support.
Yang mau saya usulkan:
- gimana kalo peranan software2 Linux baik GNU/GPL atau Lisenced di
perbanyak dan mendukung jalannya software.
Usul *diperbanyak* ini buat siapa, Pak?
Sekadar review (imho):
Linux/GNU/OSS bukan sebuah perusahaan tunggal seperti Microsoft,
tapi suatu gerakan bersama atau komunitas yang terdiri atas
person-person dan organisasi-organisasi
(bisnis, pemerintah, dan lembaga not for profit).
Sedang Microsoft atau Apple adalah sebuah perusahaan bisnis murni.
- ada distro lokal yang mempermudah operasional secara global. Sejauh
ini saya salut dengan Suse linux dalam handling device dan configuration
secara Global yang terpusat pada satu program.
Ya, kalau kita tahu SUSE bagus dan kita bisa support,
usulkan teman pakai SUSE.
Kenapa mesti buat distro lokal?
- mengadakan ahli2 Linux yang mulai bergerak di tiap jajaran instansi
pemerintah. Dalam hal ini mesti ada komitmen dan kesepakatan kuat antara
komunitas Linux dan instansi pemerintah sehubungan dengan pergerakan
ini, dan ditunjang dengan visi misi yang kuat akan "untuk apa kita
mengganti Windows menjadi Linux?"..
Saya lihat teman-teman sudah bergerak, dan sebagian pemerintah
juga sudah mulai migrasi.
Ada peluang bagi pemerintah pendapatkan support dari komunitas,
sekaligus ada ancaman, sehingga masih aneh jika saat ini bisa ada
kesepakatan kuat (MOU) komunitas dengan pemerintah, karena
komunitas tidak bisa memberi uang atau fasilitas kepada pemerintah,
tidak kuat di politik/intrik, dan tidak punya nama besar :)
Terus berjuang, bekerja, berkarya, dan sabaaar...
Rus
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis