On Sat, Dec 23, 2006 at 10:52:43AM +0700, Rusmanto wrote:
> Sekadar review (imho):
> Linux/GNU/OSS bukan sebuah perusahaan tunggal seperti Microsoft,

Pak, untuk advokasi, based on distro saja. Misal Ubuntu, SuSE,
Redhat, Debian, Slackware, dll. Itu adalah 'perusahaan' tunggal
seperti Microsoft.

Karena memang kalau mau 'head-to-head', ya yang sepadan dengan
microsoft adalah para package integrator itu.

Jangan sampai linux yang bersifat universal ini menjadi satu
'trade mark' tunggal. Justru kalau mulai dari distro, jadi
terlihat banyak (alternatif).

Yang pasti, dalam implementasi real, kata-kata 'linux' itu
sebenarnya sudah ndak masuk. Yang pas ya ubuntu, redhat, dll
itu.

Oh ya, saya sengaja tidak menyebut distro lokal. Karena menurut
saya, distro yang yang tidak dimaintain, justru menjadi feedback
negatif buat 'linux', hence, sebaiknya hindari jargon-jargon
yang terlalu universal, misalnya linux,freesoftware, berikut
(GEMB)OSS, sebisa mungkin. Misalnya, blankon, kalau ini diasosisikan
dengan linux, kesannya jadi linux itu hangat-hangat tai ayam,
unmaintained. Jadi, jangan asal 'distro nasional' lantas digembar-
gemborkan ke mana-mana. Setelah jadi melempem, orang akhirnya
berkomentar, kalau boleh ditulis dalam bahasa latin: "lho, lah
kok mek ngono thok". Ini encouragement dari saya lho ya, jangan
(sampai) dikonotasikan negatif.

Salam,

P.Y. Adi Prasaja


-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke