Bukan mau manasin, cuma mau komentar aja :-)
>dan dari dulu saya sudah memberika kesempatan kepada siapa saja yang mau
>membuat kepengurusan baru kpli, silakan ditanyakan kepada anak2 dinus.
>kebanyakan pada minat, cuma setelah diberi tahu tidak ada dananya dan
harus
>siap2 nombok, pada surut niatnya...
Hemmm...itu mungkin salah satu hal yang bikin orang malas berkecimpung
di organisasi nirlaba model KPLI begini, selalu
alasan klasik : NGGAK ADA DUITNYA....dan itu juga yang dialami
KPLI-Jakarta dari dulu sampai sekarang.
Kami di KPLI-Jakarta pun kesulitan untuk regenerasi, karena ya itu tadi,
yang mahasiswa nggak berani repot (mungkin gak mau juga),
yang karyawan melihat nggak ada duitnya...tinggal yang sisa-sisa aja
yang bisa luangkan waktu disini.
Hanya saja sudah setahun terakhir ini KPLI-Jakarta merubah paradigma
organisasi nirlaba itu sendiri, kami tetap menjadi organisasi
sosial, namun memiliki bisnis center sendiri, dimana kegiatan sosial
KPLI-Jakarta dibiyai oleh bisnis center itu, yang kami namakan
LCC (Linux Community Center), untuk pekerjaan sehari-hari seperti front
office, kami mempekerjakan satu staff wanita (Mardiana, yang
sempet dikritik karena email promosinya beberapa waktu lalu, yang
tadinya tidak mengenal Linux,
namun setelah bekerja di KPLI-Jakarta yang wajib Linux, dia kini malah
lebih mahir Linux daripada Windows.)
Dengan konsep SSB (Social Supported by Business), KPLI-Jakarta bisa
lebih hidup, itu terbukti dari fasilitas yang bisa kmai sediakan untuk
anggota,
Lab Komputer untuk ngoprek, Internet 24 jam nonstop, tempat yang nyaman
yang bisa disinggahi kapan aja, serta perpustakaan yang lumayan ada
(masih butuh bantuan buku-buku). Yang paling utama dari itu semua
adalah, LCC adalah tempat anggota KPLI-Jakarta bisa berkumpul, ngoprek
bareng, bertukar pikiran, dan bagi yang mau, sangat dipersilahkan untuk
menjadi pengajar training Linux. Jadi, selain berorganisasi, mereka juga
bisa mencari uang di KPLI-Jakarta, bayangkan saja, anggota KPLI-Jakarta
bisa dapat uang Rp. 500.000 sehari (Apakah KPLI bukan organisasi yang
menarik???)
Well, kini KPLI-Jakarta mulai berpikir untuk melakukan kerjasama
pengembangan Linux Community Center di daerah-daerah yang bekerjasama
dengan KPLI-KPLI di tiap kota di Indonesia, ini baru ide saja, mudahan
bisa terlaksana.
Nah, demikian tanggapan saya atas masalah ini, sekali lagi, ini bukan
ngajarin yang senior-senior disini, hanya sebuah solusi saja daripada
KPLI-nya mati dan tidak berkembang (saya punya teori suatu saat kalo
masih pada begini KPLI-KPLI tidak akan ada lagi)
Salam,
Mitchel Maturity, KPLI-Jakarta
Kresno Aji wrote:
Pendukung Free Software wrote:
yth Pak Aji yang barusan muncul di milis ini
dari dulu dari jaman bahuelak kok masih jadi ketua
KPLI Semarang pak? aktivitas Linux semarang kayknya kurang ato nggak
keliatan tapi bpk masih mengatasnamakan ketua KPLI smg? tidak pernah
mengadakan pertemuan, milisnya kosong, dll?
mohon maaf, saya sudah tidak pernah lagi mengatasnamakan ketua kpli
semarang.
anda lihat di mana?
dan dari dulu saya sudah memberika kesempatan kepada siapa saja yang mau
membuat kepengurusan baru kpli, silakan ditanyakan kepada anak2 dinus.
kebanyakan pada minat, cuma setelah diberi tahu tidak ada dananya dan
harus
siap2 nombok, pada surut niatnya...
anda mau jadi ketua, saya persilakan. tinggal buat deklarasinya aja.
sudah sejak 3th yang lalu saya ke-mana2 mengatasnamakan diri saya
sendiri dan berjuang dengan cara saya sendiri, terlepas disukai atau
tidak.
terima kasih
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis