Mitchel Maturity wrote:
> Bukan mau manasin, cuma mau komentar aja  :-)
>
> >dan dari dulu saya sudah memberika kesempatan kepada siapa saja yang mau
> >membuat kepengurusan baru kpli, silakan ditanyakan kepada anak2 dinus.
>
> >kebanyakan pada minat, cuma setelah diberi tahu tidak ada dananya dan
> harus
> >siap2 nombok, pada surut niatnya...
>
> Hemmm...itu mungkin salah satu hal yang bikin orang malas berkecimpung
> di organisasi nirlaba model KPLI begini, selalu
> alasan klasik : NGGAK ADA DUITNYA....dan itu juga yang dialami
> KPLI-Jakarta dari dulu sampai sekarang.
>
> Kami di KPLI-Jakarta pun kesulitan untuk regenerasi, karena ya itu
> tadi, yang mahasiswa nggak berani repot (mungkin gak mau juga),
> yang karyawan melihat nggak ada duitnya...tinggal yang sisa-sisa aja
> yang bisa luangkan waktu disini.
>
> Hanya saja sudah setahun terakhir ini KPLI-Jakarta merubah paradigma
> organisasi nirlaba itu sendiri, kami tetap menjadi organisasi
> sosial, namun memiliki bisnis center sendiri, dimana kegiatan sosial
> KPLI-Jakarta dibiyai oleh bisnis center itu, yang kami namakan
> LCC (Linux Community Center), untuk pekerjaan sehari-hari seperti
> front office, kami mempekerjakan satu staff wanita (Mardiana, yang
> sempet dikritik karena email promosinya beberapa waktu lalu, yang
> tadinya tidak mengenal Linux,
> namun setelah bekerja di KPLI-Jakarta yang wajib Linux, dia kini malah
> lebih mahir Linux daripada Windows.)
>
> Dengan konsep SSB (Social Supported by Business), KPLI-Jakarta bisa
> lebih hidup, itu terbukti dari fasilitas yang bisa kmai sediakan untuk
> anggota,
> Lab Komputer untuk ngoprek, Internet 24 jam nonstop, tempat yang
> nyaman yang bisa disinggahi kapan aja, serta perpustakaan yang lumayan
> ada (masih butuh bantuan buku-buku). Yang paling utama dari itu semua
> adalah, LCC adalah tempat anggota KPLI-Jakarta bisa berkumpul, ngoprek
> bareng, bertukar pikiran, dan bagi yang mau, sangat dipersilahkan
> untuk menjadi pengajar training Linux. Jadi, selain berorganisasi,
> mereka juga bisa mencari uang di KPLI-Jakarta, bayangkan saja, anggota
> KPLI-Jakarta bisa dapat uang Rp. 500.000 sehari (Apakah KPLI bukan
> organisasi yang menarik???)
>
> Well, kini KPLI-Jakarta mulai berpikir untuk melakukan kerjasama
> pengembangan Linux Community Center di daerah-daerah yang bekerjasama
> dengan KPLI-KPLI di tiap kota di Indonesia, ini baru ide saja, mudahan
> bisa terlaksana.
>
> Nah, demikian tanggapan saya atas masalah ini, sekali lagi, ini bukan
> ngajarin yang senior-senior disini, hanya sebuah solusi saja daripada
> KPLI-nya mati dan tidak berkembang (saya punya teori suatu saat kalo
> masih pada begini KPLI-KPLI tidak akan ada lagi)
>
> Salam,
> Mitchel Maturity, KPLI-Jakarta
Hore..... Saya orang Semarang. Wah akhirnya dibahas juga Dimilis.
Mungkin langkah untuk menghidupkan kembali KPLI Semarang, Gimana klo Mas
Aji dan temen2 laennya bikin RoadShow keSekolah2 untuk Promosi Linux ????
Kemaren Pas aku dapet sekardus Ubuntu, aku sebarin keSMP2 yg ada
dideket2 rumah, tanggakapan mereka malah cuek2 adja, bakan ada juga yg
support. Dari Guru IT School  sendiri dia support, klo ada acara seputar
Ngoprek2 Linux, dia mo ngikut.
Mas Aji, Pengguna Linux nggak anak kampus doank. Kita bisa kumpulin adja
diSimpang5 buat ngebahas ini. tapi maaf saya nggak bisa ngikut. Gi di
Papua hehehehe.....
Bisa juga klo ngedeketin Warnet2 untuk nyebar Linux. dari situ saya
yakin klo KPLI Semarang bisa hidup lagi.
Linux udah menjamah Warnet lho.... tinggal sosialisasinya adja.
Bentar lagi saya jg mo bikin WarNux yg mana usernya anak2 SMP, Doain
yach :))


-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke