Sedikit ingin diskusi soal KPLI. Open Source (OS), atau katakanlah Linux, di Indonesia sekarang ini kan lagi naik daun. Tren ini tentu bagian dari dampak kemajuan komunitas dalam mensupport dan mempromosikan penggunaan OS ini. Saya agak kaget dengan adanya e-mail dari kawan di Semarang yang kira-kira 'menggugat' mantan ketua KPLI sana. Adanya riak seperti ini tentu saja harus kita sikapi dengan positif, ini tandanya member peduli dengan komunitasnya. Meski kita jangan menutup mata adanya riak seperti ini juga karena ada unsur kepentingan diluar pengembangan OS, misalnya bisnis, uang, dll. Sebagaimana member list ini, saya yakin tidak sedikit yang menggantungkan urusan dapurnya pada bisnis OS ini (seperti juga saya), tapi apakah kita akan membiarkan lembaga ini (KPLI), menjadi lembaga yang diperebutkan anggotanya karena mereka tahu bahwa dibalik non-profitnya komunitas ini tersimpan value bisnis yang tidak terbayangkan nilainya. Saya melihat KPLI seharusnya dijaga sebagai komunitas non-profit, dan dipegang oleh orang yang memiliki integritas dan idealisme. Sehingga perjalanannya kedepan tidak berubah bahkan menjadi seperti partai politik yang disana-sini ada pertumpahan darah dalam suksesi kepemimpinannya. Urusan operasional KPLI, pasti butuh duit. Tapi bukankah event yang diadakan juga mengundang banyak investor, dan ada duit disana. Nah untuk ini, saya sependapat dengan KPLI Jakarta untuk membuat lembaga / unit bisnis diluar KPLI yang dikelola anggotanya yang aktif sehingga ketika ada profit, sebagian kecil untuk sewa kantor, bandwidth & server + administrasi. Intinya, jangan menjadikan KPLI ini sebagai business center. Karena jika ini tidak ada yang mengendalikan, saya khawatir spirit Open Source jadi hilang, yang kemudian kita sama saja dengan Gates yang mengkapitalisasi keahliannya dengan uang. Yang akhirnya terjadi saling claim, nggak puas, bikin komunitas baru, yang pastinya akan menurunkan produktivitas. Saya berkeyakinan, dengan besarnya KPLI di tiap daerah, ada tempat bagi end user untuk berkonsultasi, belajar, ngoprek, dll. Sehingga OS di Indonesia bisa berkembang dan ada dukungan support dari komunitas yang tidak terlalu menjadikan uang sebagai tujuan operasionalnya.
Ada masukan ? Salam, Sulaeman -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

