On Mon, Oct 29, 2007 at 02:36:46PM +0700, Frans Thamura wrote:
> mengenai data asing, sepertinya kita gak bisa lawan
> 
> wong indonesia diluar dianggap sebagai negara yang growing tetap data
> statistikanya gak ada
> 
> jadi data yang ada dianggap lebih valid
>

1#
Kalau nggak salah tangkap, cara penghitungan tingkat pembajakan adalah
dengan membandingkan antara hardware yang terjual (branded seperti HP,
Compaq, Dell dll) dengan software yang terjual. Penghitungan mengabaikan
penjualan komputer rakitan, dan hardware branded yang dipasangi non
microsoft terhitung sebagai bajakan.

Dengan penghitungan seperti itu, jika 100% penduduk indonesia pakai
Linux, maka Indonesia menjadi negara pembajak nomor 1. Koreksi kalau
keliru.

2#
Menghitung pembajakan dengan persentase juga menyesatkan. Kalau penduduk
Indonesia yang pakai komputer 10, dan 9 orang menggunakan bajakan, maka
persentase adalah 90%, sedangkan kerugiannya cuma 9 dolar misalnya. Coba
lihat di sini: http://w3.bsa.org/globalstudy/, bagian key findings dan
loses. Meskipun Indonesia tingkat pembajakan 85%, tapi kerugiannya
$350k. Sedangkan US, meskipun tingkat pembajakan 21%, tingkat
kerugiannya $7,289k.

Silakan berkesimpulan sendiri..
--
fade2blac

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke