Pak Eddy Setiawan, pak Ryan, Pak Rusmanto dan Kawan2 Linuxers Yth,
Terimakasih atas tanggapan Bapak2 sekalian, dan informasi bahwa ditingkat
nasional Indonesia mendukung OOXML (atas pertimbangan apa?), namun tidak
jadi ikut voting di Internasional.
Saya cukup lega bahwa Indonesia pasif dan tidak ikut voting ISO
Internasional, sehingga tidak termasuk negara2 baru yg jarang ikut voting
Standard ISO, tiba2 ngotot untuk menggoal-kan OOXML sebagai Standar baru
ISO.
Tugas kita semua sekarang adalah mendorong agar ODF secara Nasional dipakai
sebagai Standar Nasional untuk Format Pertukaran Dokumen, sebab bila pakai
OOXML, kita akan sulit membuat inter-operable, karena rincian source code
itu hanya dimiliki oleh MS, dan kita harus ngemis2 memintanya. Ujung2nya,
harus bayar lisensi!
Mari kita bersama-sama menghubungi BSN, dan mudah2an bisa membantu. Tolong
kita saling berkomunikasi, supaay jangan tiba2 ada keputusan yang merugikan
kepentingan nasional bangsa Indonesia.
Wassalam,
S Roestam
--------------
Eddy Setyawan writes:
Memang terkadang "pikiran" mereka dikemanakan ya.... atau mungkin
terlalu sering tidur di rapat dewan jadi nya gak paham apa itu
kebutuhan standarisasi
btw ada yang tahu tidak sich milis atau forum yang diikuti oleh
kalangan petinggi negara ?? atau jangan2 tidak ada ..... karena mereka
sudah terlalu kaya semua serba voice yang notabene bayar pakai uang
rakyat >:(
regards,
Eddy Setyawan
2008/4/11 ryan_oke <[EMAIL PROTECTED]>:
On 11/04/2008, Sumitro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kami tidak tahu/tidak pernah ikut serta dalam Proses Voting di Tingkat
> Nasional Indonesia. Oleh karena itu kami harapkan ada yang dapat menjelaskan
> bagaimana proses itu terjadi di Indonesia, dan apakah Posisi Indonesia saat
> ini untuk Voting Usulan Standar baru OOXML ini.
Menurut yang saya dengar dari pejabat (lembaga pemerintah yang telah
dikenal mendukung OpenSource).
Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah memutuskan bahwa Indonesia
mendukung OOXML menjadi standar pertukaran dokumen berdasarkan kajian
tim yang mereka bentuk.
Keberadaan tim pengkaji tersebut seolah misterius karena baru
diketahui setelah keputusan BSN dipermasalahkan.
Institusinya bersama beberapa perusahaan penentang OOXML berjuang
menggagalkan keputusan tersebut. Namun tertahan sampai pada keputusan
bahwa Indonesia bersikap pasif, tidak memberikan suara di forum
internasional.
Mereka tengah memperjuangkan agar ODF menjadi standar pertukaran
dokumen nasional. (Informasi ini saya terima November 2007.)
Mungkin pihak-pihak terkait yang dapat menceritakannya secara kronologis.
--
ryan_oke KPLI Jogja <ryan.oke at gmail titik com>
DSA Return: http://arinur.blogdetik.com/?p=10
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis