Pataka wrote:
Saya nampaknya juga harus mengakhiri perdebatan ini. Niatan saya juga sederhana. Jangan semangat inklusif yang sudah sejak lama diupayakan susah payah oleh komunitas melalui acara ILC justru berubah arah lagi menjadi eksklusif hanya untuk "kalangan sendiri", dalam hal ini KPLi.

Maaf pak Didin, seingat saya sudah beberapa kali ditulis,
baik di laporan meeting 2006, 2007 maupun di thread ini, bahwa
*peserta meeting tidak hanya KPLI-KPLI*, tapi juga:
- komunitas distro seperti ubuntu-ID, Slackware-ID,
 OpenSUSE-ID, dan lain-lain.
- komunitas Linux independent distro, seperti komunitas
 IT di Cirebon (bukan KPLI Cirebon) yg bergerak di Linux.
- komunitas bisnis seperti AWALI.
- dan lain-lain komunitas Linux.

Kesepakatan 2006 dan 2007 hanya untuk komunitas Linux.
Kalau ingin menjadi lebih luas, saya usul
dibuat kesepakatan baru di meeting 2008 ini,
untuk mengubah kesepakatan 2006 dan 2007, misal dimulai pada 2009.

Usul saya: ubah nama dan kepesertaan acara menjadi:
Linux Activist Meeting, dalam bahasa Indonesia:
Pertemuan Penggiat Linux se-Indonesia. LAM 2009 atau PPLI 2009.
Tentu bisa tetap ada pembatasan jumlah peserta karena anggaran, dsb.

Rus

--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke