Salam, On Sep 18, 2008, at 11:34 PM, Rusmanto wrote:
Maaf pak Didin, seingat saya sudah beberapa kali ditulis, baik di laporan meeting 2006, 2007 maupun di thread ini, bahwa *peserta meeting tidak hanya KPLI-KPLI*, tapi juga: - komunitas distro seperti ubuntu-ID, Slackware-ID, OpenSUSE-ID, dan lain-lain. - komunitas Linux independent distro, seperti komunitas IT di Cirebon (bukan KPLI Cirebon) yg bergerak di Linux. - komunitas bisnis seperti AWALI. - dan lain-lain komunitas Linux
Betul. Justru pangkal masalahnya, ada yang mengatakan bahwa acara ini hanya khusus untuk KPLi dan sepertinya itu kemudian di-amini oleh yang lain. Yang kemudian berkembang menjadi semacam larangan untuk mengikuti KPLi meeting, berkembang lagi menyangkut AWARI dan akhirnya melebar kemana-mana. Mana yang harus diikuti? Atau kita sepakati saja biar panitia saja yang memutuskan? Tapi jangan sampai juga keputusannya menjadi tak obyektif karena "beban" harus menanggung biaya akomodasi. Jadi sebenarnya alasannya hanya sesederhana keterbatasan biaya tapi kemudian mungkin tidak sengaja menjadi membatasi partisipasi.
Kalau benar masalahnya hanya karena minimnya pendanaan, saya pikir komunitas non KPLi pasti akan suka rela membiayai sendiri dan tidak memberatkan panitia. Biarlah KPLi saja yang dibiayai, terutama yang baru "reformasi - kudeta" atau yang baru. Tetapi tentu saja komunitas yang lain tetap ikut serta di dalam seluruh agenda acara dan pembahasan masa depan pergerakan. Indah sekali kalau kemudian ini yang terjadi :)
Yang saya khawatirkan dan menjadi perdebatan soal definisi komunitas dsb. justru karena sepertinya ada yang ingin agar ILC2008, khususnya acara KPLi meeting hanya boleh untuk KPLi. Padahal tujuan semula sebenarnya ya seperti pernyataan di atas adalah untuk musyawarah seluruh komunitas, bukan hanya terbatas KPLi. Jangan niat mulia ILC menjadi direduksi hanya gara-gara terlanjur memakai istilah KPLi meeting.
Kalau masalahnya adalah hanya gara-gara nama kegiatan KPLi meeting, lebih baik ubah namanya menjadi aktivis meeting atau apa kek. Daripada capek meributkan soal definisi segala macemnya.
Kesepakatan 2006 dan 2007 hanya untuk komunitas Linux. Kalau ingin menjadi lebih luas, saya usul dibuat kesepakatan baru di meeting 2008 ini, untuk mengubah kesepakatan 2006 dan 2007, misal dimulai pada 2009. Usul saya: ubah nama dan kepesertaan acara menjadi: Linux Activist Meeting, dalam bahasa Indonesia: Pertemuan Penggiat Linux se-Indonesia. LAM 2009 atau PPLI 2009. Tentu bisa tetap ada pembatasan jumlah peserta karena anggaran, dsb.
Mudah-mudahan bisa disepakati begitu dan tidak perlu menunggu tahun depan. Kalau bisa sekarang, kenapa mesti besok? Makin cepat kita membahas berbagai masalah maka semakin besar harapan menyelesaikan berbagai hal, tantangan dan semoga pula menghasilkan solusi yang diharapkan dan dinantikan banyak pihak. Salah satunya, AWARI atau tepatnya warnet pengguna Linux / FOSS. Saya pikir AWALI juga demikian. Semua kelompok distro pun pasti juga punya sejumlah misi yang berbeda tapi pada intinya satu visi yaitu memajukan gerakan ini. Itulah tujuannya mereka semua hadir di ILC dan untuk mewadahi itu semuanyalah maka ILC diadakan.
Dari semua, oleh semua, untuk semua. _______ Regards, Pataka -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

