2008/9/22 Pataka <[EMAIL PROTECTED]>: > Saya menggunakan proprietary karena kebutuhan, tuntutan pekerjaan sebagai > profesional dimana memang FOSS belum bisa sepenuhnya memberikan solusi. Di > lingkungan kerja, harus dilakukan proporsional, kalau bisa pakai FOSS ya > dimaksimalkan, tetapi kalau memang harus menggunakan proprietary ya sah saja > tidak ada kata haram. Banyak aktivis yang seperti itu, tetapi tidak kurang > pengabdiannya bahkan mungkin lebih dari yang secara native menggunakan Linux > sehari-hari sepenuhnya.
Kasusnya lumayan mirip dengan para pejuang ekonomi syariah dulu tahun 90-an, jadi teringat lagi. :-) Mereka dulu banyak dikecam, bahkan oleh orang islam sendiri, karena masih campur baur sistemnya antara yang riba dengan yang syariah. Kalau analogi kasus kita, mereka masih campur menggunakan antara Linux dengan proprietary mungkin ya. Dan kecamannya tidak tanggung-tanggung. Saya yang cuma level kacung saja jadi pedas juga mendengarnya. Tapi kawan-kawan ini tersenyum saja dan mereka terus bekerja keras. Alhamdulillah, hasilnya sekarang sudah mulai kita tuai. Salah satu bank dengan bagi hasil tertinggi saat ini adalah bank syariah mandiri, mengalahkan bahkan bank2 berbasis interest / bunga. Berbagai bank syariah juga sukses melewati krismon, ketika bank-bank lainnya kolaps. Dan, kini sistem perbankan syariah sudah jauh berkurang unsur ribanya. Bank Indonesia turut mendukung, mudah-mudahan sebentar lagi ada regulasinya sehingga akhirnya bisa 100% murni syariah. Perjuangan itu memerlukan proses. Memang sayang sekali, tidak bisa kita langsung **klik** berubah dari hitam menjadi putih. Namun memang demikian hidup itu. Yang penting tujuan akhirnya tidak pernah lepas dari pandangan mata kita, dan kita terus berusaha berkontribusi semaksimal mungkin. Saya kira mungkin itu ya ? Salam, HS -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

