Betul Pak Pataka, saya setuju dengan Anda... Dalam kehidupan belajar, pengabdian pada masayarakat IT (kalangan bawah) saya menggunakan GNU/Linux, hal ini dirasakan sangat besar manfaatnya bagi mereka, karena tidak perlu mahal-mahal dan masih cukup dengan uang harian.

Tapi tuntutan pekerjaan kadang mengharuskan saya menggunakan software proprietary, bahkan kadang terpaksa harus crossOS secara silang.

"Nah loh, katanya elu aktivis Linux ... eh...ga tau nya lu pake w****ws juga kerjaanya.... wakakakak", nah klo udah ada orang yg kyk gini saya lebih sering senyum terhadap keminiman pengetahuannya tentang masalah yang saya hadapi, dibandingkan hati panas dan meradang karena diremehkan.

Namun setelah dijelaskan dengan detail dan seksama, akhirnya orang kyk gini akan mangut-mangut (entah sudah mengerti atau baru menyadari kebodohannya).

semoga kita dilapangkan hati untuk tetap teguh menggunakan karnel linux seluas-luasnya, amin

~k~



----- Original Message ----- From: "Pataka" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, September 22, 2008 4:08 PM
Subject: Re: [linux-aktivis] perenungan masalah ILC 2008 -penting


Salam,

On Sep 22, 2008, at 3:18 PM, Adi Nugroho wrote:

Mengaku aktifis FOSS, dan ternyata menggunakan software proprietary.


Aktivis dan kebutuhan itu harus dibedakan. Aktivis itu pengabdian, kebutuhan itu tuntutan. Jangan menilai apalagi mengadili orang lain hanya dengan sudut pribadi pandang sempit. Saya mengaku menjadi aktivis FOSS karena memang niatan hati untuk berkontribusi. Jadi lihat kontribusinya sajalah.

Saya menggunakan proprietary karena kebutuhan, tuntutan pekerjaan sebagai profesional dimana memang FOSS belum bisa sepenuhnya memberikan solusi. Di lingkungan kerja, harus dilakukan proporsional, kalau bisa pakai FOSS ya dimaksimalkan, tetapi kalau memang harus menggunakan proprietary ya sah saja tidak ada kata haram. Banyak aktivis yang seperti itu, tetapi tidak kurang pengabdiannya bahkan mungkin lebih dari yang secara native menggunakan Linux sehari-hari sepenuhnya.

Harus secara arif dipisahkan penilaiannya. Memang paling enak kalau bisa berada dalam lingkungan yang serba ideal dan sepenuhnya ada dalam kendali kita. Tetapi kebanyakan dari kita tidak seberuntung itu. Dan sebaiknya juga tidak disamaratakan. Karena kita tidak hidup di dunia yang hitam putih.

_______
Regards,

Pataka





--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis



--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke