Pada 20 November 2008 10:53, Utian Ayuba <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > 1. Perubahan penggunaan nama resmi dari ILC (Indonesia Linux > Confrence) menjadi KLI (Konfrensi Linux Indonesia) dan KPLI Meeting > menjadi Munas KPLI (Musyawarah Nasional KPLI). >
Untuk nama resmi ILC di ubah menjadi KLI itu menurut saya bagus juga. Asal, disepakati juga, kalau Konferensi Linux Indonesia memiliki terjemahan dalam bahasa Inggris adalah Indonesia Linux Conference. Dengan memberi nama dalam bahasa Indonesia, jika di kenal secara global akan menjadi sebuah ciri khas sendiri.. Misalkan.. nama Linux Tag yang identik dengan acara di Jerman. Tag yang berarti Hari ini, bisa saja di artikan menjadi Linux Days. Nah, dengan memberi nama Linux Tag, maka acara ini identik dengan dilaksanakan di jerman (koreksi saya kalau saya salah.. :D) > > 5. Melarang penggunaan atribut-atribut pihak/vendor "anti FOSS" pada > pelaksanaan KLI, karena tidak sesuai dengan semangat KLI. misal : > peserta pake kaos MICROSOFT, kaos CISCO, membuka laptop dengan sistem > opertasi proprietary dsb. (ini usulan pribadi) > Jika tadi dari penjelasan mas Utian Ayuba.. ini semacam 'dress code', maka kalimatnya di ubah menjadi "anjuran".. dan "mengurangi penggunaan atribut". Jadi tidak melarang sepenuhnya.. Tapi, disatu sisi, penetapan dress code ini juga dianggap kurang sopan. Karena mengatur ranah pribadi dari si Tamu. "Ini kaos-kaos gue.. gue punyanya yang kering cuman ini... kok lu ngatur-ngatur sih... ssaadisss... pengin yah.. gue datang kagak pake apa-apa?!" *merengek sambil mewek* :D -- --- http://fathirhamdi.wordpress.com -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

