tgl 26/11 malam, setelah acara open source day dengan tajuk rilis
parti 3 distro ubuntu, opensuse, fedora. kami nongkrong di untuk makan
dan minum sekedarnya. kami (blek, imtheface -balnkon dev-, beluts dan
gue). lama tidak ngobrol santai, kami menikmati kebersamaan yang sudah
lama tidak dijalani. blek selalu berkelakar, dan bersumpah akan makan
banyak bila di bistro-delifrance (dimana kami nongkrong) ketemu
selain kami berempat, orang yang menggunakan laptop ber OS Linux, dan
sekilas kami amati (curi2 pandang) dari beberapa (lebih dari 5 orang)
yang menggunakan laptop disitu tidak satupun yang menggunakan Linux
:=)) ... blek pun batal makan banyak. Semuanya menggunakan laptop ber
os win-xp/vista atau OSX.
Peserta open source day UI (kesan pribadi) sangat sedikit yang
mengenal Linux, dalam acar tsb hadir dua pendekar Linux dari dua
partai persilatan besar Rusmanto Taihiap dan Onno Enghiong.
Berbagai strategi dan kerja keras dari seluruh aktivis memang masih
sangat dibutuhkan, baik untuk membantu memperbaiki bugs, kampanye,
testing. Tapi yang rada aneh, setiap event, penjualan merchandise
bertema distro Linux selalu mencapai penjualan tinggi. Jadi berpikir
bahwa ART WORK Distro Linux memang menarik khalayak umum, tapi bukan
Software Distro-nya (LOL).
Baru sadar, bila keseringan berkumpul diantara kita semua, memang
tidak terasa, karena semuanya pasti sudah memiliki Linux pada komputer
mereka, tapi entah dipakai kerja sehari hari atau tidak. Blek menyebut
COMPIZ FUSION sebagai "LESS-USE (bukan Useless) AMAZING FEATURE" ...
gue sendiri entah sudah berapa membeli buku petunjuk menggunakan
openOffice dan menyebarkan pada kolega, tapi masih belum 100%
berhasil, bahkan di lingkungan terdekat (Lingkungan Kerja), di kantor
kami berjuang keras untuk 100% migrasi. melakukan test install MYOB
di-emulasi, sudah berhasil tapi belum bisa di-implementasikan, nunggu
waktu untuk bisa melatih end-user.
Masih agak jauh tampaknya agar distro2 linux bisa mendukung mayoritas
kerja dan kebutuhan user dan menjadi mayoritas. Pengembangan aplikasi
dan proses iklan (kampanye) selalu membutuhkan dukungan dana amat
besar dan ini salah satu LACKS di lingkungan Linux. Gue sendiri masih
yakin, tanpa bergeser menjadi sebuah "industri", Linux akan tetap pada
tempatnya sekarang, bagian dari gerakan romantisme dan hobi :=)
salam
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis