Dari topik sebelumnya tentang Linux di laptop, saya jadi ingat kejadian beberapa bulan lalu. Anak-anak saya yang masih SD dan TK cukup doyan main game dari komputer. Yang SD sudah lebih paham tentang komputer sehingga sudah terbiasa menyalakan dan mematikan komputer dengan benar. Waktu saya beli notebook baru, hampir dua tahun lalu, notebook lama saya hibahkan ke anak-anak. Si bungsu yang masih belum TK waktu itu sering ikut-ikutan main di notebook tapi masih tidak tertib dalam hal mematikan komputer. Walhasil harddisk-nya rusak fisik.
Anak-anak lapor pada saya sepulang kerja tentang hal tersebut. Si bungsu mendesak untuk segera bisa main game di laptop sementara saya belum sempat ganti harddisk yang rusak. Saya pun mengambil Knoppix dari koleksi CD saya dan saya masukkan di CD drive lalu boot. Sebenarnya si bungsu sudah tidak asing karena sudah pernah main Frozen Bubble sebelumnya. Ternyata dia cukup senang main beberapa game sederhana di Linux. Mereka jadi mulai terbiasa menggunakan Linux dan bapaknya jadi lupa ganti harddisk itu sampai sekarang (he..he..) Memang tidak mudah mensosialisasikan Linux. Sejak 2002 saya sudah mencoba upaya kecil-kecilan dengan cara buat seminar, pelatihan mahasiswa, sampai buat Linux Interest Group di kampus tempat saya mengajar (STMIK MDP). Bahkan beberapa kali mendatangkan pak Onno. Tapi tetap saja masih tidak berpengaruh signifikan. Kami sekarang memasukkan Linux pada mata kuliah Dasar Komputer. Mudah-mudahan ke depan jadi lebih baik. Salam, Muhammad Rachmadi -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

