> Kadang saya kepikiran juga ya... apa mungkin karna mendatangkan
> orang-orang yang terlalu "besar" sehingga malah membuat orang rada
> jauh sama linux karna kesannya cuman yang jago yang bisa?
> mungkin bagi orang yang geek, bisa jadi pemacu semangat tapi kalau
> untuk nyubi atau yang bleng total malah nggak banyak ngaruh atau bikin
> takut.. hehehehehe...
>

Kita kebetulan juga punya MDP Center (tempat kursus komputer). Dalam
salah satu acara promosinya saya pernah diminta mengisi pelatihan
gratis Pengenalan Linux dan Open Office. Guess what??? Ternyata
peminatnya tidak banyak meskipun itu pelatihan gratisan.
Cuma dapat satu kelas dan itupun tidak penuh. Ruang berkapasitas 20
komputer (kalau tidak salah) hanya berisi 12 kursi. Padahal acara itu
dibuat setelah jamannya penegakan HAKI.

Meskipun demikian, kembali ke masa lalu di akhir 2003, saya bersama
dua rekan saya pernah diminta mengisi acara seminar Linux
kecil-kecilan se-Palembang di kampus kita sendiri. Ruangan kecil
berkapasitas sekitar 100 kursi penuh. Saya tidak tahu persis bagaimana
promonya karena cuma kebagian mengisi acara. Waktu itu atasan minta
kita untuk menggunakan MusiLinux yang merupakan remastering Knoppix
versi teman-teman KPLI Palembang. Saya pikir, kita masih sempat buat
remastering sendiri dalam dua minggu. Akhirnya kami bertiga melakukan
remastering dari Knoppix dan diberi nama MDP Linux. Jadilah acara itu
sekalian peluncuran MDP Linux versi 0.1 (karena masih cikal bakal yang
sampai sekarang tidak sempat dikembangkan..he..he..).

Setelah itu, 2004 sampai 2006 saya melanjutkan studi ke UI. Ternyata
Linux Interest Group kita mati suri. Tidak ada kegiatan lagi. Setelah
pulang, saya sempat membina LIG satu semester. Karena antusias
mahasiswa kendor, LIG melanjutkan hibernasi tahap kedua. Terus terang,
saya sedih melihat fenomena itu. Saya sadar, I'm just another Linux
user yang tidak mahir menggunakan Linux. Tapi setidaknya saya sudah
berusaha membagi ilmu saya yang secuil ini. Ilmu yang tinggipun tidak
ada artinya kalau tidak bermanfaat bagi orang banyak.

Awal 2007 kita sempat ada acara promosi kampus ke beberapa daerah. Di
Baturaja (ibukota salah satu kabupaten di Sumsel), kami mampir ke
salah satu SMK TI. Kami diberi tempat di lab komputer mereka. Saya
kaget, ternyata komputer-komputer di situ menggunakan Fedora.

Awal tahun 2008 kita bersepakat menyusun kurikulum 2008 di kampus
kita. Salah satu mata kuliah baru adalah Dasar Komputer. Kita juga
bersepakat memasukkan Linux dalam mata kuliah tersebut.

Suatu saat, saya ingin sekali kembali ke SMA tempat saya sekolah dulu.
Saya ingin bikin acara pengenalan Linux di sana. Cita-cita itu sudah
ada sejak 2003 namun sampai sekarang belum sempat kesampaian. Semoga
Tuhan mengabulkan keinginan saya.


Salam,
Muhammad Rachmadi
----------------------------------------------------------
Weblog: http://rachmadi.blogspot.com/

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke