On Mon, 12 Jan 2009 11:18:19 +0800 Jamukha <[email protected]> wrote:
> Lex lex... nggak ngeflame nih ya, tapi kalu filmnya keberatan macam > gitu, saya mending milih ngorok deh. terlalu berat, terlalu tidak > simpel. > > Kalopun ada yang nonton, paling geek yang ndak ada kerjaan laen, > itupun nontonnya sambil lalu. > > Pangsa pasar di indonesia lebih suka kisah macam: Buruan Cium Gue > Sambil Ngoprek Kernel atau Hantu Pasar Elektronik Mangga Dua Yang Mati > Kesetrum Komputer Yang Keinstall Fedora. > > > *berlari menjauh* Hahaha. Setuju juga saya. Sekitar pertengahan 2008 kemaren, ada teman saya dari Taiwan yang membuat animasi tentang linus trovald, stallman dan awal pergerakan foss. Animasi bagus tapi mbosenin. Mending nontong Big Buck Bunny. :) Film itu sempat mau dikasihkan ke saya masternya untuk di buat terjemahan ke Indonesia, tapi saya gak mampu, jadi ntar-ntar aja deh. ------------------------- I wanna be rocker again -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

