On Tuesday 13 January 2009 19:37:47 Unggul wrote:
> Kalo yang laen ngepost /nulis tentang Linux semua soalnya ini linux
> aktivis milis. artinya secara mindset walo nyebut opensource maksudnye
> ntu ya linux.. 

Tidak juga.
Kalau saya sebut opensource, berarti opensource. Berlisensi opensource.

Kalau saya sebut Linux, berarti linux lengkap.
Lengkap dengan semua aplikasi dan drivernya.
Dan, yang jalan di atas linux tidak semua opensource.
Banyak juga yang tidak opensource.

Kebetulan saya mulai menggunakan Linux dengan S.u.S.E.
Saat itu, YaST, SAX itu tidak opensource.
S.u.S.E. Linux pun berbayar. Tidak 100% free.
S.u.S.E. kemudian menjadi SuSE Linux, dan akhirnya opensuse, yang semakin 
opensource dan semakin free.
Tapi pengalaman ini membuat saya tahu persis kalau linuxer belum tentu 
opensourcer, dan opensourcer belum tentu linuxer.

Linux dan opensource adalah rekan seperjalanan,
tapi bukan berarti satu sebagai bagian dari yang lain.

Kalau benar mau full opensource, tentu lebih memilih gobuntu dari ubuntu.
Mencabut repository non-oss dari opensuse dst.

Kalau masih menggunakan driver NVIDIA, atau membunyikan mp3, nonton DVD, 
Blueray, menjalankan flash, dll, mungkin masih bisa disebut linuxer, tapi 
tentu bukan opensourcer sejati :)

Apakah kalau pindah ke FreeBSD lalu jadi pengguna opensource sejati?
Ya belum tentu juga, hehehe....

-- 
Salam,

Adi Nugroho - http://adi.internux.co.id/
iNterNUX --- http://www.internux.net.id/
Jalan Dr. Sam Ratulangi No. 53J Makassar
Tel. +62-411-834690  Fax. +62-411-834691
CDMA:+62-411-6109535 GSM:+62-816-27-9193











-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke