sori top poster... menurut saya mas Adi mencampur adukkan pengertian
open source dan free software.
CMIIW

salam

boyke

On Wed, 2009-01-14 at 22:38 +0800, Adi Nugroho wrote:
> On Tuesday 13 January 2009 19:37:47 Unggul wrote:
> > Kalo yang laen ngepost /nulis tentang Linux semua soalnya ini linux
> > aktivis milis. artinya secara mindset walo nyebut opensource maksudnye
> > ntu ya linux.. 
> 
> Tidak juga.
> Kalau saya sebut opensource, berarti opensource. Berlisensi opensource.
> 
> Kalau saya sebut Linux, berarti linux lengkap.
> Lengkap dengan semua aplikasi dan drivernya.
> Dan, yang jalan di atas linux tidak semua opensource.
> Banyak juga yang tidak opensource.
> 
> Kebetulan saya mulai menggunakan Linux dengan S.u.S.E.
> Saat itu, YaST, SAX itu tidak opensource.
> S.u.S.E. Linux pun berbayar. Tidak 100% free.
> S.u.S.E. kemudian menjadi SuSE Linux, dan akhirnya opensuse, yang semakin 
> opensource dan semakin free.
> Tapi pengalaman ini membuat saya tahu persis kalau linuxer belum tentu 
> opensourcer, dan opensourcer belum tentu linuxer.
> 
> Linux dan opensource adalah rekan seperjalanan,
> tapi bukan berarti satu sebagai bagian dari yang lain.
> 
> Kalau benar mau full opensource, tentu lebih memilih gobuntu dari ubuntu.
> Mencabut repository non-oss dari opensuse dst.
> 
> Kalau masih menggunakan driver NVIDIA, atau membunyikan mp3, nonton DVD, 
> Blueray, menjalankan flash, dll, mungkin masih bisa disebut linuxer, tapi 
> tentu bukan opensourcer sejati :)
> 



-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke