Saya sendiri kalau pas bertindak sebagai konsumen, cenderung cari buku
dari luar atau e-book :p
Tapi jangan terus digeneralisasi gitu dong.
Sudah pernah baca buku saya belum? Hehehe
Ya anggap aja hal ini seperti orang dagang aja, Mas.
Kadang sepi, kadang ramai. Kalau sepi terus, pasti ada yang salah. Kalau
ramai, cari penyebab kenapa bisa ramai. Setelah ketemu, tinggal terapkan
pada bisnis buku yang Pak Yahya buat <sebenarnya hal ini sich lebih ke
Penerbitnya. Tugas penulis hanya menulis sebaik dan semenarik, dan
membuat efek menguntungkan sebanyak mungkin untuk para pembacanya>. Juga
jangan lupakan kalau peran distribusi dan marketing sangat berpengaruh
pada penjualan buku/majalah <mungkin juga kan orang umum gak beli karena
gak tau kalau ternyata buku yang dimaksud ada, atau daerah A tern :) >
Kalau mencari ebook atau bahan bacaan dari Internet, tentu saja sich ada
efeknya untuk penjualan buku saat ini. Apalagi mencari resource tentang
Linux dan aplikasinya di Internet. Tinggal search di Google, pasti
langsung ada, :). Tapi seenak-enaknya baca ebook atau link url, tetap
masih lebih enak baca buku yang udah dalam bentuk print-out.
Hitung-hitung jaga mata biar minus gak nambah, ;).
Salam.
- supri
--
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis