2009/3/4 Alex Budiyanto <[email protected]>:
> Donny Kurnia wrote:
>>
>> mochamad effendi wrote:
>>
>>>
>>> IMHO, dalam kasus seperti ini yang salah bukan Microsoft melainkan
>>> produsen netbook/laptop-nya yang gak insyaf-insyaf. Padahal dagangan mereka
>>> bisa lebih laris kalau mau mengikuti permintaan "manusia merdeka".
>>>
>>> Salam,
>>> Effendi
>>>
>>>
>>
>> Microsoft ikut andil pak, mereka pernah kirim surat 'ancaman' ke
>> produsen hardware, intinya harus tetap bundle OS Windows, dan tidak
>> membuka kesempatan pembuatan driver hardware tersebut untuk OS non
>> Windows. Banyak beritanya di luar negeri sana, pernah masuk slashdot
>> juga kok.
>>
>
> IMHO, sepertinya nggak demikian juga, karena ada beberapa vendor yang mulai
> bundle hardware mereka dengan OS Non Microsoft.
> Salah satu-nya mungkin berita disini:
> http://www.zdnet.com.au/news/hardware/soa/OpenSolaris-now-on-Toshiba-laptops-/0,130061702,339293785,00.htm
> Ya, kalau memang dulu MS pernah kirim surat ancaman ke vendor, paling tidak
> sekarang sudah ada yang "mulai bandel". CMIIW
> Thanks

Diskusi menarik euy (akhir na ikutan komentar). Ideal na sie harus na
urusan laptop ini ada institusi yang bisa mengadakan H/W
(leptop/netbook/dll) yang secara sengaja menggunakan Linux sebagai
OEM, mirip waktu bikin infoLinux karena ga ada media Linux sehingga
rasa na tidak ada media yang mengakomodir suara Linuxer. Tapi ini
sulit sekali terwujud ketika masuk masalah matematika na (beda dulu
dengan infoLinux ini urusan na jauh lebih besaar modal na).

Tapi kalau tidak salah inga beberapa vendor memberikan Linux sebagai
default installed OS, 3 tahun paling tidak saya beli axioo sudah
terpasang Linux. Kalo ada yang begini sebaik na berbondong2 la di
beli. Biar bagaimana pun vendor hardware lebih tunduk sama grafik sale
toh kalo dia liat linux naik sales lebih tajem dari naik sales na yang
bundle windows pasti lebih banyak lagi mereka provide untuk H/W2 ber
Linux.

Sementara semua na belum ada yah kita liat ajah KPPU la...

Buat ngedorong hal2 diatas(ngebuat permintaan dan pasar Linux) sebenar
na yang harus di dorong bukan customer perorangan tapi lebih yang
pengguna institusi. Terutama institusi pemerintah yang katanya dukung
Open Source. Coba itu saya mo tau katanya sekarang jaksa agung muda
pada dapet leptop 20 jutaan lebih seorang na OS ma Office na pake apa
?? padahal kalo perlu dengan jumlah pemesanan segitu kalo dia bilang
mesti Linux selain harga na lebih murah orang berbondong2 kali bikin
pengadaan import langsung dari Taiwan karena rasa na jumlahnya
memenuhi quota minimal pemesanan. Malu2 ajah kejaksaan dah ah make
uang rakyat buat yang ga perlu2(M$ Windows, M$ Office, DAN Virus2nya
sebagi bonus), paling tuh leptop gres beberapa bulan setelah setengah
taun ketika udah ada "bonus2" bukan na performa yang didapet malah
file2 kerja pada ilang.

*geleng2*

> --
> Alex Budiyanto
> Campus Ambassador Coordinator
> Community Development Officer
> Sun Microsystems Indonesia
> http://alexbudiyanto.web.id/
>
>
> --
> Berhenti langganan: [email protected]
> Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
>
>



-- 
Resza

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke