Dear Aktivis :=)) Beberapa waktu ini saya punya sedikit waktu dan menyempatkan baca-baca majalah kertas dan situs web. "Kebetulan" salah satu teman baru pulang dari PRC (RRC dalam bahasa indonesia), dan membeli sebuah buletin khusus Linux. Issue paling santer di tahun ini sebagai lanjutan issue tiga tahun lalu. Sun Microsystem memutuskan untuk meng-GPL-kan Solaris dan dikenal sebagai openSuse ... eh openSolaris. Saya tidak terlalu tahu, tapi salah satu kawan yang juga tertarik dengan dunia openSource mengabarkan, bahwa Ian Murdock (Project Manager openSolaris) yang juga dikenal sebagai founder debian gnu/linux telah mendapatkan "lampu hijau" dari Mark Shuttleworth, founder ubuntu gnu/linux untuk "bekerja sama" dalam mengembangkan openSolaris. Satu hal yang nyaris pasti, opensolaris akan menggunakan synaptic (apt-getting hehehehe) sebagai software package management tools mereka.
sebagai awam, saya bingung. Linus "keukeh" (istilah bahasa latin versi parahiyangan) menempatkan linux kernel dibawah GPL-2, saya tidak menguasai pasal-pasal atau klausul-klausul GPL-v2 dan GPL-v3, saya berharap Pak Rusmanto, Pak Onno, Pak Haryanto (atau Suhu Linux lain) bisa memberikan sedikit wejangan disini :=)) saya mohon tidak ada yang dengan semena-mena memberikan "links" bacaan soal GPL-v2/v3. Bila punya waktu dan pengetahuan lebih baik ditulis ulang dan diringkas agar awam seperti saya bisa menangkap intisarinya. sebagai awam dan pengguna linux, saya sangat senang karena akan punya pilihan "system" selain GNU/Linux, yang bersifat opensource. Bagi awam seperti saya, entah itu gnu/Linux entah itu openSolaris system, tidaklah banyak bedanya, tokh yang saya pakai sehari-hari mozilla-firefox, gnome, openOffice, claws-mail, GMIP, iNkscape, totem, rhytmbox, audacious dan seperangkat aplikasi opensource lain, ditambah driver non opensource : nVidia driver :=)). Dengan maraknya distro Linux saat ini, adakah kemungkinan penyedia distro tsb juga akan melakukan porting dan menyediakan distro opensolaris, apakah akan ada debian openSolaris bersanding dengan debian GNU/Linux ? as well as ubuntu opensolaris dan ubuntu GNU/Linux dlsb, termasuk openSuse gnu/Linux dan openSuse openSolaris :=)) Secara logika, openOffice, java-plugins akan lebih digdaya beroperasi diatas system openSolaris, karena lahir dari rahim yang sama :=)) satu hal yang saya pahami openSolaris memiliki posisi lebih baik dalam head to head secara teknis dengan gnu/linux karena openSolaris akan dengan leluasa menggunakan code gnu/linux dan tidak sebaliknya. Mungkin akan sangat indah bila lahir merger dari keduanya dan katakan bernama GNU/Solinux :=)) dimana keduanya bisa bertukar code untuk menghasilkan fitur yang canggih. Andai Shakespeare masih hidup, mungkin beliau akan berkata : apalah arti sebuah kernel :=)) viva openSolaris eh... openSOURCE :=)) salam and have nice week end. ./sts -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

