Mungkin ini adalah salah satu tangung jawab kita juga; yang tidak
membuat sistem IT untuk Pemilu secara komprehensif, reaktf, mengejar
momen sesaat menjelang Pemilu.
Mungkin kita bisa membawa hasil kajian Anda ini ke forum yang lebih
besar, ILC or whatever lah. Sehingga mudah-mudahan itu membawa pada
pemilu demokratis yang efektif efisian, cepat, akurat dan transparan
di masa mendatang.
Satu hal yang perlu dicacat, sebaik apapun teknologi yang diusung,
bahkan sesederhana apapun teknologi yang diusung, selama kurang
persiapan, lembaga dan SDM pelaksana maupun masyarakatnya tidak siap,
maka lupakan saja implementasi IT di Pemilu Indonesia. YAKIN!!!


2009/5/8 Bayu Widyasanyata <[email protected]>:
> 2009/4/16 ardyan novanto <[email protected]>:
>> pantesan babak belur gitu sistem IT di KPU ya...
>> ternyata bermula dari mentalnya yg emang udah pada babak belur disana :-(
>>
>
> Kita berprasangka baik laah.. mungkin mereka sedang dalam tempurung.
> Tak pernah belajar dari "tetangga" sebelah, atau buka2 Internet hehehe...
>
> Saya coba bantu sedikit dengan riset kecil2an membandingkan
> pemanfaatan IT pada pemilu di India (yg saat ini masih berlangsung)
> dan Indonesia.
>
> Silahkan menyimak langsung disini:
> http://billydekid.wordpress.com/2009/04/21/berkaca-pada-pemilu-india/
>
> Semoga ada tim IT KPU yang mau belajar.
> Jangan cepat dan cukup puas dng teknologi ICR yg digunakan.
> *semakin ngeri melihat perbandingan angka/biaya per pemilih yg
> dikeluarkan antara India dan Indonesia :(
>
> --
> wassalam,
> [bayu]
>
> --
> Berhenti langganan: [email protected]
> Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
>
>



-- 
Oskar Riandi

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke