2009/5/9 Oskar Riandi <[email protected]>:
> Mungkin ini adalah salah satu tangung jawab kita juga; yang tidak
> membuat sistem IT untuk Pemilu secara komprehensif, reaktf, mengejar
> momen sesaat menjelang Pemilu.
> Mungkin kita bisa membawa hasil kajian Anda ini ke forum yang lebih
> besar, ILC or whatever lah. Sehingga mudah-mudahan itu membawa pada
> pemilu demokratis yang efektif efisian, cepat, akurat dan transparan
> di masa mendatang.
> Satu hal yang perlu dicacat, sebaik apapun teknologi yang diusung,
> bahkan sesederhana apapun teknologi yang diusung, selama kurang
> persiapan, lembaga dan SDM pelaksana maupun masyarakatnya tidak siap,
> maka lupakan saja implementasi IT di Pemilu Indonesia. YAKIN!!!

Wah, agak esmosi nie Pa Oskar nampaknya, sampe2 lupa kalo top posting.
Rekans beliau ini adalah bagian dari tim BPPT yang ketiban pulung dari
carut marutnya management di KPU. Baru MOU sebulan sebelum hari H
pemcoblosan. Kerja lembur tanpa insentip tambahan karena MOU nya
Goverment to Goverment, dan hasilnya pun seperti yang kita saksikan.
Yah mudah2an amal baik untuk bangsa dan masyarakat tim BPPT yang 23
orangan itu mendapatkan balasan lain dari tempat yang tak terduga. Dan
semoga diberikan kesabaran lebih kalo dapat komentar agak miring. Saya
sendiri tidak akan mau kerja bakti model teman2 BPPT. Saya tidak tau
kemana menguap nya dana yang sedemikian besar, dan hubungannya sama
tim IT sebelumnya. Tapi saya pikir carut marutnya KPU ini adalah
kondisi yang sangat birokratis dimana banyak perubahan aturan dan
perundangan ketika mereka memulai, dan tentu saja melanggar aturan dan
menjadi "kreatif" artinya penjara seusai pemilu :-P

-- 
Resza

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke