Muhammad Bayu wrote, On 5/15/2009 4:56 PM:
Saya pernah berdebat kecil dengan teman saya yang seorang arsitek. Dan
mungkin karena memang saya kurang pengetahuan soal ini, saya musti
akui kalau memang aplikasi di bidang ini memang belum sepenuhnya ada
di dunia FOSS. Walau begitu tapi teman saya mengakui saya sebagai
seorang marketer ulung dengan segala promosi yang saya keluarkan.
Malah beliau meminta saya utk melamar jadi seorang marketing saja
hahaha... Sori jadi makin jauh malah jadi curhat :P
Yak, saya akan berkomentara sedikit saja. Yang terpenting temannya pak
Bayu bisa be lagal. Apapun software yang di pakenya. Saat ini banyak
universitas jurusan Arsitek yang udah menggunakan program arsitektur
dariGoogle. yakni GoogleSketchup. Walau saya akui GS sukar untuk
dijalankan di linux menggunakan wine ato crossover. tp GS adalah
software astitektur yang lengkap, free (walau ada yang versi pro dan
berbayar)
Maksud postingan saya adalah menjembatani para arsitektur untuk yang
takut menggunakan FOSS biar berani menggunakan FOSS. Silahkan membacanya
sendiri. Disitu telah diterangkan dengan cukup baik hingga yang
membacanya seperti saya mau tergerak untuk menggunakan FOSS sebagai
modal dalam pekerjaan Arsitek.
Pekerjaan Arsitek saya rasa tidak begitu memperlukan sebuah software
perhitungan struktur seperti sekelas SAP dan ETAP. Teman2 saya di
arsitek kok lebih menggutamakan sebuat desain 3d buat modeling dan untuk
urusan perhitangan seperti itu saya rasa akan diserhakan ke bagian
enginering dan bukan di bagian arsiteknya. Nah saya rasa, penggunaan
FOSS disini udah tepat buat divisi Arsitek gunakan. Mengapa tidak ? (CMIIW)
Intinya, perbandingan itu baik selama kita tidak menjelek-jelekkan
produk tertentu. Saya juga setuju dengan mas tjetjep kalau kita musti
lebih dewasa utk menyikapi sebuah persaingan. So, mari kita bahas FOSS
dengan lebih dewasa ;-)
Yak, saya setuju.
--
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis