2009/5/20 Fajran Iman Rusadi <[email protected]>:
> 2009/5/20 Rusmanto <[email protected]>:
>
> Ada satu "fenomena" yang suka saya temui: para pengguna Linux ini
> ingin mengubah tampilan seperti Windows dan/atau Mac OS X. Saya jadi
> mikir, ini karena memang tampilan kedua OS tsb itu memang bagus atau
> hanya dalam rangka memenuhi harapan tak sampai :-)

Dalam pengalaman saya, hal ini bukan karena 2 hal diatas (meski
mungkin saja) melainkan karena keisengan si admin "ngerjain" user yang
susah diajak migrasi. Saat berubah menjadi KDE atau Gnome mereka
menolak namun begitu tampilannya dibuat mirip Windows atau Mac bisa
juga ketipu. Ini cara kasar ya, namun diperusahaan kadangkala
diperlukan menghadapi user-user yang cuma lihat kemasan.

Dalam versi ekstrem, mengatakan bahwa Linux tersebut merupakan versi
update dan versi terbaru dari Windows bisa membantu mengurangi
resistensi. Bahwa itu mengatakan sesuatu yang tidak benar, wallahu
alam. Saya serahkan penilaiannya pada rekan-rekan yang berkompeten.

Bahwa ada dikotomi dan pemikiran soal Linux ready or not ready  di
desktop, saya selalu berpikir bahwa, "Lantas, apa yang bisa saya
lakukan untuk itu ?"

-- 
Best Regards,

Masim "Vavai" Sugianto
/************************************************************/
Blog (ID)         : http://www.vavai.com/blog
Blog (EN)        : http://www.vavai.net
Community      : http://www.opensuse.or.id
Commercial     : http://toko.vavai.biz
/************************************************************/

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke