2009/6/13 Net Competency <[email protected]>: > On 6/13/09, Adi Nugroho <[email protected]> wrote: >> On Saturday 13 June 2009 03:09:38 Mahyuddin Susanto wrote: >>> Barusan saya mendapat email dari developer Sabily yang isinya >>> permintaan pengiriman CD dari seseorang di indonesia, Dev Sabily tentu >>> tidak tahu bahasa indonesia, maka di cc kan ke milis, dan isinya MINTA >>> dikirimi CD! >>> >>> hm... yang menjadi pikiran saya adalah aapakah ada yang salah dengan >>> pengguna linux di indonesia? >> >> Sekedar mencoba berpikir positif.... >> >> Mungkin karena sabily adalah turunan ubuntu, >> dan ubuntu punya shipit yang mengirim CD gratis ke seluruh dunia. >> >> Si mahluk tersebut pikir, kalau turunan ubuntu, tentu bisa minta dikirim >> gratis dong.... >> > > > Mental GRATIS-an > sebenarnya menyebar di segala penjuru ... > > Waktu saya SMA, saya hobi dgn majalah-majalah GRATIS. Saat mulai > bekerja juga SUKA dengan majalah GRATIS kayak Oracle Magazine. Linux > pun disukai karena MURAH atau bahkan GRATIS > belum sampai bahwa dgn Linux kita bisa MANDIRI ... > > Masih jauh perjalanan dari > GRATIS ---> BEBAS ---> MANDIRI > > Yg jelas rakyat juga suka SBY krna Bantuan Langsung Tunai (BLT) > meskipun untuk bisa BLT ini hutang pemerintah terus membengkak. Di > sisi lain sayapun lagi hobi mencari BEASISWA ... yg juga kan sama dgn > BLT, atau CD yg GRATIS itu ... > > Kita juga lebih sering melihat orang suka menjadi PESERTA di kegiatan > knowledge sharing, > jarang yg bersedia BERBAGI ilmu meski baru menguasai HelloWorld ... > kan mestinya bisa berbagi dgn helloworld ... > > Harus banyak "berdakwah" dengan semangat tangan di atas ... tangan di > atas dalam makna hadits yaitu memberi itu lebih mulia dari meminta ...
Mental tangan di bawah memang sudah mendarah daging pa, contoh paling telanjang adalah kita lihat Sarjana2 baru tiap taunnya berburu mencari pekerjaan dari pada membuat lapangan kerja -> yang satu menerima pekerjaan lainnya memberi pekerjaan. Saya kadang berpikir mungkin ini adalah karena struktur masyarakat kita yang feodal dan oligarkis (sampe2 pernah ada adegan menjijikan cucian kaki seorang wanita gemuk yang diminum simpatisan nya) diperkuat oleh sistem pendidikan yang arahnya lebih pada membentuk kelas pekerja dibanding dengan memanusiakan manusia dan menjadikan nya mahluk yang bebas seperti seharusnya tujuan pendidikan. Mungkin struktur sosial seperti ini dipelihara terutama mereka yang berkuasa karena manusia bebas tidak terlalu bagus untuk langgeng nya kekuasaaan sehingga rezim2 kita berkepentingan memiliki sistem pendidikan yang menghasilkan kelas pekerja yang dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan rezim2 ini. So Jadilah sistem pendidikan model sekarang yang beriklan dengan sangat bangga bahwa lulusan nya cepat kerja demi mendapatkan keuntungan dari para pendaftar. Lalu gimana ?? yang paling penting dan paling utama tentu saja kita secara pribadi berusaha tidak demikian, bila mana mungkin bisa membawa orang lain tidak demikian juga. Nilai2 pembebasan sangat sulit dan tidak umum untuk di terima oleh main stream masyarakat kita, jadi misalnya wajar kalau kebanyakan orang kekeh sama Window$ yang notabene user friendly meskipun harus berlumur dosa karena haram(untuk kebanyakan yang membajak, sol) tapi sebenarnya sangat terbatas, dibandingkan kebebasan tiada batas yang dapat di dapat dari bash, ash, ksh. Jadi kebanyakan masalah2 kita di FOSS dalam "berdakwah" akar masalahnya lebih mendasar daripada sekedar memakai komputer sebagai alat kerja. Karena kita "berdakwah" memperkenalkan nilai kebebasan/kemerdekaan yang memanusiakan manusia. Nilai yang sama yang dibawa semua agama samawi, nilai yang di dunia IT dibawa oleh gerakan ini, toh adalah kewajiban kita karena masalah hidayah bukan punya kita. So keep fighting bro untuk kemerdekaan dan memerdekakan lingkungan kita dan kelak bangsa dan umat kita -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

