Saya setuju dengan Mas Donny,
Segala sesuatu mulai dari lingkungan terkecil kita. Lalu di kembangkan
di sekitar kita. Kemudian lakukan yg lebih luas. Buat perbandingan untuk
penyemangat.
Saya selalu katakan kepada orang-orang kalau anak-anak saya lebih
familiar menggunakan Produk Ubuntu dari pada memakan Win XP, dan saya
minta orang-orang di lingkungan saya menanyakan langsung ke anak saya.
Dan hasilnya jawabannya "Enakan pakai Linux dari pada pakai Windows!!!"
Padahal di Laptop saya ada juga windows WP Home Original, tapi mereka
lebih memilih Ubuntu. Dan mereka bangga dengan ubuntunya.
Wassalam//
Bambang SI
Donny Kurnia wrote:
Net Competency wrote:
On 6/15/09, Muhidin S <[email protected]> wrote:
2009/6/13 kakashi <[email protected]>
entah salah atau bukan, tapi kalau saya liat-liat, beberapa kawan
pengguna linux, ubuntu terutama, kalau request via shipit, pasti lebih
dari 1 cd. kadang sampe 10. buat apa ?
Saya hampir selalu minta 10 CD dan digunakan untuk mendoktrin agar
pakai ubuntu, dan 9 CD diantaranya diberikan ke siswa/alumni/teman
guru agar mereka mau pakai ubuntu/linux. dan 1 cd untuk saya
Folks,
saya lagi terpikir ... Ubuntu telah membantu Linux agar bisa dikenal
jauh lebih banyak orang,
tapi ada ide gak gimana agar Linux bisa "laku keras" kayak facebook
... di mana banyak orang dari ibu-ibu, sampai anak-anak bermain
Facebook "dengan senang" seolah FB itu kebutuhan mereka ...
Nah gimana agar Linux bisa kayak gitu ... ya ? Membuat mereka senang
memakai ...
padahal dipikir-pikir Facebook juga teknologi susah. di IT kita
mempunyai banyak istilah kayak Web 2.0, Social Networking etc ...
Hebatnya tanpa orang tahu apa itu web 2.0, apa itu social networking
... mereka enjoy memakai Facebook. Linux perlu apa untuk bisa gini ?
Facebook adalah aplikasi yang di-manage dan di maintain oleh pihak
lain. Pengguna tidak akan direpotkan dengan server mati, kesambar
petir, harddisk jebol, dll. Yang penting tinggal digunakan, beres.
Warnet adalah tempat dimana Linux bisa diterapkan 'seperti Facebook'.
Pengunjung datang, pakai komputer, tancap flashdisk, simpan file,
cetak bila perlu, cabut usb, bayar, pergi. Ga perlu tahu itu komputer
warnet pake OS apa. Ga perlu pusing kalo harddisk komputer itu jebol.
Yang penting komputer bisa berfungsi dengan baik, dan dia bisa
melakukan hal yang ingin dia lakukan. Di kantor pun bisa diterapkan
seperti itu.
Di rumah, istri saya menggunakan laptop ubuntu saya untuk berinternet,
akses facebook, cari-cari resep masakan dan info kesehatan anak. Dia
ga perlu pusing setting apapun. Saya tinggal kasi tahu cara aktifkan
modem, kalo pake flashdisk gimana, buka firefox gimana, matiin laptop
kalo dah selesai gimana, beres. Ada masalah, ya saya yang harus
menangani, karena bukan 'haknya' user untuk utak-atik sistem.
--
Donny Kurnia
http://blog.abifathir.com
http://hantulab.blogspot.com
http://www.plurk.com/user/donnykurnia
<HTML>
<HEAD>
</HEAD>
<BODY LANG="en-US" DIR="LTR">
<P STYLE="margin-bottom:
0in">--------------------------------------------------------</P>
<P STYLE="margin-bottom: 0in">No Virus and Spam checked by sop...@cist</P>
</BODY>
</HTML>
--
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis