2009/7/2 Fajran Iman Rusadi <[email protected]>: > Intinya, menyatakan penggunaan Silverlight mengarah ke penggunaan > sofware tertutup namun contoh alternatif yang diberikan menggunakan > Flash, menurut saya ini sama saja boong. Tidak ada bedanya. Flash itu > juga teknologi proprietary, sama seperti Silverlight (Ngomong2 JavaFX > itu lisensinya bagaimana ya?) > > Andai suatu saat Microsoft membuat plugin Silverlight untuk Linux yang > didukung penuh dan sudah dipakai di mana2, apakah komplain seperti ini > juga akan dibuat dengan alasan di atas? >
Saat ini sudah ada plugin untuk silverlight di Linux dalam bentuk Moonlight tapi ternyata si Moonlight ini juga tidak berdaya menghadapi epaper Kompas. Saya tidak tahu versi Silverlight yang dipakai di Kompas dan agak aneh juga kalau si Moonlight update terbaru tetap tidak bisa mengaksesnya. http://vavai.com/blog/v2/2009/07/02/kompas-epaper-dan-technologyvendor-lock-in/ Saya pribadi menyarankan teman-teman menuliskan hal ini diberbagai media (blog, website, milis, surat pembaca dll) dengan tetap berpijak bahwa bukan soal Microsoftnya yang jadi problem melainkan tiadanya alternatif yang menjadi problem utama. Andaikata Silverlight bisa dijalankan di Linux atau Mac, mungkin tidak terlalu menjadi soal. Bahwa ada saran-saran menggunakan aplikasi open source, tentu itu bagian dari opsi bagus yang bisa patut dipertimbangkan. Tanpa adanya upaya membuka mata pihak Kompas, mungkin asumsi dari Kompas bahwa pengguna non Windows masih sangat sedikit dan tidak masalah untuk diabaikan menjadi sesuatu yang benar adanya. -- Best Regards, Masim "Vavai" Sugianto /************************************************************/ Blog (ID) : http://www.vavai.com/blog Blog (EN) : http://www.vavai.net Community : http://www.opensuse.or.id Commercial : http://toko.vavai.biz /************************************************************/ -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

