pak Yahya, kalau saya melihatnya tidak pada masalah free atau tidak. kebetulan saya bekerja pada sebuah korporasi besar yang mengadopsi product-product proprietary dan tidak hanya M$. alasan kenapa tempat saya bekerja ini yang cenderung tidak memilih produk-produk open source, lebih karena manajemen tempat saya bekerja melihat dari sisi produktifitas serta manfaat yang didapatkan dari menggunakan produk-produk proprietary tersebut.
pernah pada salah satu rapat, saya mengutarakan wacana open source, malah saya ditantang balik dengan informasi yang berhubungan dengan efisiensi. ternyata persepsi perusahaan saya itu, efisiensi tidak harus selalu berkaitan dengan harga yang murah atau bahkan nihil rupiah, melainkan juga potensi benefit apa yang bisa ditawarkan oleh solusi yang open source ini. telahaan secara bisnis memang banyak di google, tapi masih lebih meyakinkan telahaan bisnis dari para penyedia produk-produk proprietary tadi. sehingga pada akhirnya, pada tingkat korporasi, memang masih menjadi domain produk-produk proprietary tersebut. belum lagi masalah SLA yang kerap kali dipertanyakan. setuju dengan Pak Yahya bahwa perspesi termasuk salah satu yang harus dibenahi kalau ingin meng-open-sourcekan Indonesia. tapi menurut aku yang tidak kalah penting adalah bagaimana open source bisa menunjukan hal lain, selain: murah/tidak berbayar. seperti SLA, telahaans studi bisnis, contoh kasus pada beragam industri vertikal, dll. toh open source itu bukan sekedar sistem operasi dan aplikasi perkantoran bukan? ya ini sih opini pribadi saja. 2009/8/26 Yahya Kurniawan <[email protected]>: > On Wed, Aug 26, 2009 at 2:49 PM, Alfian Danarto<[email protected]> > wrote: >> Barusan dikirimin link sama kawan, eh, ga taunya link M$ soal >> pernyataan CIO-nya Astra International soal migrasi mereka dari >> OpenOffice ke M$ Office. >> > > Itulah, konsep free=gratis sudah terlanjur tertanam kuat. > Padahal khan free=bebas. > PR kita masih banyak untuk mensosialisasikan hal ini. > > > -- > Regards, > > Ir. Yahya Kurniawan > yahyakurniawan.net > > -- > Berhenti langganan: [email protected] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis > > -- Cherio - Alfian “Tindak kekerasan adalah bentuk lain dari kemalasan. Ia digunakan oleh orang-orang yang tidak mau bergumul dengan karunia akalnya. Mereka enggan menempa diri dengan belajar, menganalisis persoalan secara cermat, berargumen, apalagi berdialog.” - Prof. Dr. Khaled Abou El Fadl -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

