Iwan Setiawan wrote:
On Wednesday 23 December 2009 16:11:54 Rusmanto Maryanto wrote:
Linux:
adalah nama kernel, lalu digabung dengan software lain menjadi
nama sistem operasi, lalu digabung dengan software aplikasi
macam-macam membentuk distro (distribution).

Sekedar menambahkan pak, ini yang saya pahami:

Linux adalah sebuah kernel. Kernel adalah sistem operasi.

Umumnya Linux dipaket bersama banyak perangkat lunak bebas (free-software) dari proyek GNU atau di bawah salah satu lisensi GNU, baik perangkat lunak/program sistem maupun aplikasinya, oleh karena itu banyak orang menyebut hal ini dengan sistem GNU/Linux.

Istilah "sistem operasi Linux" atau "kernel linux" digunakan ketika bicara sistem operasi, dan "sistem GNU/Linux" ketika bicara sistem.


Mas Iwan, silakan baca kembali kalimat Anda. Kalau bicara sistem (sistem operasi), ga mungkin hanya bicara satu komponen (kernel doang).

Ibaratnya gini, Otak yang berdiri sendiri bisa disebut seorang manusia ga? Ga bisa kan. Mesti ada tubuh, tulang, kepala, otot, dan kelengkapan lain, baru bisa disebut manusia. Begitu juga sistem operasi. Kernel berdiri sendiri belum bisa disebut sistem operasi. Kernel ga bisa ngapa-ngapain, booting komputer juga ga bisa dia. Butuh boot loader (bukan bagian dari kernel, tapi berdiri sendiri).

Mengapa RMS mengkampanyekan orang menyebut GNU/Linux karena alasan tadi. Linux cuman kernel, tanpa aplikasi GNU di sekelilingnya, disebut sistem operasi aja ga bisa. Hanya seonggok kode yang ga bisa ngapa-ngapain. GNU juga hanya kumpulan aplikasi, tanpa kernel juga ga ada yang memandunya mengendalikan komputer. Keduanya saling membutuhkan, simbiosis mutualisma.

Kernel is not an OS. Kernel need other application to become a system (in this case, operating system).

--
Donny Kurnia
http://blog.abifathir.com
http://hantulab.blogspot.com
http://www.plurk.com/user/donnykurnia

--
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke