On Thursday 24 December 2009 08:17:05 Donny Kurnia wrote:
>
> Mas Iwan, silakan baca kembali kalimat Anda. Kalau bicara sistem (sistem
> operasi), ga mungkin hanya bicara satu komponen (kernel doang).

Saya membedakan istilah sistem operasi dan sistem pada kasus Linux dan 
GNU/Linux.

> Ibaratnya gini, Otak yang berdiri sendiri bisa disebut seorang manusia
> ga? Ga bisa kan. Mesti ada tubuh, tulang, kepala, otot, dan kelengkapan
> lain, baru bisa disebut manusia. Begitu juga sistem operasi. Kernel
> berdiri sendiri belum bisa disebut sistem operasi. Kernel ga bisa
> ngapa-ngapain, booting komputer juga ga bisa dia. Butuh boot loader
> (bukan bagian dari kernel, tapi berdiri sendiri).

Sepengetahuan saya ada dua pendapat:
- yang pertama sistem operasi adalah kernel, kernel adalah sistem operasi
- yang kedua sistem operasi adalah kernel dan program-program pendukungnya.

Pendapat kedua adalah yang populer sekaligus kurang tepat.

Andrew Tanenbaum dan Linus Torvalds setuju dengan pendapat yang pertama, 
seperti halnya saya :D

Kita sebagai pengguna tidak akan berhubungan atau menyentuh sistem 
operasi/kernel. Pengguna berinteraksi dengan program sistem selain kernel dan 
aplikasi. Saya yakin kita paham istilah mode kernel dan mode user.

Yang saya tahu sistem operasi dibuat dengan tujuan:
- perluasan mesin atau extended machine
- pengatur sumber daya atau resource manager.

Berdasarkan definisi ini, bootloader bukan termasuk sistem operasi, demikian 
pula shell, editor, dan compiler, apalagi program aplikasi.

-- 
"90% of everything is crap", Its called Sturgeon's law 8)                     
One of the problems is indeed finding the good bits

        - Alan Cox

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke