> Yang di-booting, murni kernel (file vmlinuz dan initrd) saja, ataukah masih > perlu aplikasi GNU lainnya (glibc paling mudahnya)?
Setahu saya, kalau ada program yang ingin berinteraksi dengan kernel Unix(entah itu linux atau bsd), maka jalurnya harus memakai C Library. Saya pernah mendengar(lebih tepatnya membaca) orang pernah menjalankan XEmacs(variant Emacs) langsung diatas kernel Linux tanpa embel-embel program apapun. Tetapi saya tidak tahu apakah arti apapun ini termasuk C Library atau bukan. Berbicara mengenai integrasi satu konsep dengan OS atau tidak terkadang sangat misleading karena satu konsep bisa saja terintegrasi dalam satu OS dan terpisah dalam OS lain. Misalnya saja user interface. Mari kita bahas mengenai konsep user interface ini. User interface itu sebenarnya ada yang merupakan bagian dari operating system(dalam hal ini terintegrasi kedalam kernel), seperti Graphics Device Interface(dan Graphics Device Interface+), Display Driver Model, Quartz Compositor, 81/2, dan Rio. Tetapi user interface itu selain ada yang terintegrasi kedalam OS, ada juga yang diluar OS, seperti X Windowing System, Graphical Environment Manager, Windows 1.0, WIndows 2.0, Windows 3.0, GeOS, dan News. Untuk debat soal bagus dan tidaknya integrasi user interface kedalam operating system: 1. Ada support bahwa integrasi OS dengan user interface sangat buruk karena menurunkan kinerja OS. Biasanya support ini diberikan oleh pecinta Unix(walaupun herannya, bagi pencipta Unix sendiri, konsep ini adalah buruk). 2. Integrasi OS dengan user interface adalah satu hal dan konsep yang sangat elegant, begitulah kata pencipta Plan9(termasuk Dennies Ritchie dan Ken Tompson). Mereka juga berkata bahwa user interface di Unix(seperti X Windowing System) sangatlah tidak elegant dan sangat asing dalam dunia Unix secara keseluruhan. Untuk informasi lebih lanjut, mohon membuka paper Plan9 mengenai design user interfacenya. Dengan hormat, Eko Hermiyanto -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

