Patrick_Stiady wrote:
On Sat, 2009-12-26 at 09:40 +0700, Donny Kurnia wrote:
Iwan Setiawan wrote:
On Thursday 24 December 2009 08:17:05 Donny Kurnia wrote:
Mas Iwan, silakan baca kembali kalimat Anda. Kalau bicara sistem (sistem
operasi), ga mungkin hanya bicara satu komponen (kernel doang).
Saya membedakan istilah sistem operasi dan sistem pada kasus Linux dan
GNU/Linux.
Ibaratnya gini, Otak yang berdiri sendiri bisa disebut seorang manusia
ga? Ga bisa kan. Mesti ada tubuh, tulang, kepala, otot, dan kelengkapan
lain, baru bisa disebut manusia. Begitu juga sistem operasi. Kernel
berdiri sendiri belum bisa disebut sistem operasi. Kernel ga bisa
ngapa-ngapain, booting komputer juga ga bisa dia. Butuh boot loader
(bukan bagian dari kernel, tapi berdiri sendiri).
Sepengetahuan saya ada dua pendapat:
- yang pertama sistem operasi adalah kernel, kernel adalah sistem operasi
- yang kedua sistem operasi adalah kernel dan program-program pendukungnya.
Pendapat kedua adalah yang populer sekaligus kurang tepat.
Andrew Tanenbaum dan Linus Torvalds setuju dengan pendapat yang pertama,
seperti halnya saya :D
Ada referensi? Pernah coba booting kernel aja tanpa boot loader
(grub/lilo)? grub dan lilo yang bikin siapa, Linus bukan?
Kita sebagai pengguna tidak akan berhubungan atau menyentuh sistem
operasi/kernel. Pengguna berinteraksi dengan program sistem selain kernel dan
aplikasi. Saya yakin kita paham istilah mode kernel dan mode user.
Yang saya tahu sistem operasi dibuat dengan tujuan:
- perluasan mesin atau extended machine
- pengatur sumber daya atau resource manager.
Berdasarkan definisi ini, bootloader bukan termasuk sistem operasi, demikian
pula shell, editor, dan compiler, apalagi program aplikasi.
Tanpa boot loader, kernel tercanggih sekalipun ga akan bisa jalan. Tanpa
shell, kernel paling hebat sekalipun ga akan bisa dipake. Karena itulah
disebutnya 'sistem'. Sistem adalah kumpulan komponen yang saling
bekerjasama dalam melaksanakan tugasnya.
Sistem jalan raya bukan hanya jalan raya aja, tapi termasuk lampu lalu
lintas, rambu-rambu, trotoar, zebra cross, dll. Semua bekerja sama
membentuk sistem. Tanpa salah satu komponen aja, sistemnya tidak akan
bisa berfungsi dengan benar.
Saya kira istilah sistem operasi bagi orang awam dan ahli komputer
memang memiliki makna berbeda.
Bagi para pengguna komputer, kernel saja tidak cukup, sehingga tidak
dapat disebut sistem operasi.
Bagi para ahli komputer, inti sistem operasi adalah kernel dan yang bisa
membuat para pengguna komputer merasakan manfaat kernel adalah di luar
sistem operasi.
Sama halnya bagi para insinyur sipil jalan raya yang tidak menganggap
lampu lalu lintas sebagai bagian dari pekerjaannya.
>
> Patrick
Bukan bagian dari pekerjaan bukan berarti bukan bagian dari sistem kan :)
Jalan raya saja, tanpa komponen lain, akan membuat effort untuk
menggunakannya lebih banyak. Di tiap persimpangan mesti lihat kanan-kiri
dulu, kalo ga mau tertabrak kendaraan dari arah lain. Mesti sabar lihat
pengendara lainnya ugal-ugalan, toh ga ada rambu kan.
Kernel memang siap untuk digunakan oleh aplikasi. Tetapi OS yang hanya
terdiri dari kernel aja, ya resikonya seperti jalan tanpa rambu, lampu
lalu lintas, dan komponen lainnya. Effort untuk menggunakannya lebih
besar, dan resiko 'crash' juga lebih besar.
Silahkan dibaca lagi definisi Operating system di
http://en.wikipedia.org/wiki/Operating_system
http://en.wikipedia.org/wiki/Kernel_(computer_science)
In computing, the 'kernel' is the central component of most computer
operating systems; it is a bridge between applications and the actual
data processing done at the hardware level.
Keyword: kernel is the central component.
Jadi tidak ditulis "kernel is an operating system" :)
--
Donny Kurnia
http://blog.abifathir.com
http://hantulab.blogspot.com
http://www.plurk.com/user/donnykurnia
--
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis