saya tidak berkecil hati pak, coba tengok masing2 daerah kita di indonesia, disana banyak bertebaran beragam KPLI dan komunitas linux, bahkan sekolah dan instansi yang mengimplementasikan linux sudah banyak,
malasya bisa kedengaran gaung nya krena mereka negara kecil, coba kalu negara kita sekecil mereka wah mau di taruh di mana komunitas linux di indonesia pasti penuh :D hanya kekurangan kita di indonesia, kita selalu menunggu apa kata pemerintah dulu, padahal SDM kita baik komunitas kecil bahkan yg besar saya rasa sudah mapan semua loh, walau masih menyesuaikan diri :D Pada 31 Januari 2010 22:53, syaidul akram <[email protected]> menulis: > Pada 30 Januari 2010 19:52, Rusmanto Maryanto <[email protected]> menulis: >> Maaf kalau judulnya agak provokatif, >> karena tujuan saya memang provokasi dalam arti positif. :) >> >> Sekitar 95 persen instansi pemerintah Malaysia telah >> mengadopsi perangkat lunak open source (OSS). >> >> Kata pejabat Malaysia: >> "We want Malaysia to become a technology producer, >> rather than exclusively technology consumers." >> >> Selengkapnya: >> http://www.zdnetasia.com/news/software/0,39044164,62060853,00.htm?scid=rss_z_nw >> >> Rus >> >> -- >> Berhenti langganan: [email protected] >> Arsip dan info: http://linux.or.id/milis >> >> > > klo malasya 95 % smoga indonesia..bisa 100 %.... > > -- > Berhenti langganan: [email protected] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis > > -- Salam eko ikhyar http://kendari.linux.or.id -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

